TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Lando Norris Juara Dunia F1 2025, Air Mata Tumpah di Grand Prix Abu Dhabi

Poin Penting (3)
  • Lando Norris memastikan gelar juara dunia Formula 1 pertamanya usai finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi.
  • Norris unggul dua poin dari Max Verstappen, sementara McLaren juga merebut gelar konstruktor pertama sejak 1998.
  • Kejuaraan ini diraih Norris pada musim ketujuhnya di F1 setelah persaingan ketat hingga balapan terakhir.

Resolusi.co, Jakarta — Lando Norris menuntaskan musim Formula 1 dengan penuh emosi setelah memastikan gelar juara dunia pertamanya di Grand Prix Abu Dhabi, balapan penutup musim. Pebalap McLaren itu cukup finis di posisi ketiga untuk mengunci gelar, sekaligus mengakhiri penantian panjang dalam kariernya di ajang Formula 1.

Pebalap asal Inggris berusia 26 tahun tersebut keluar sebagai juara dunia dengan keunggulan tipis dua poin atas Max Verstappen (Red Bull). Verstappen sendiri menutup musim dengan kemenangan di Abu Dhabi, yang menjadi kemenangan kedelapannya musim ini. Ia mengoleksi satu poin lebih banyak daripada Norris di balapan tersebut, namun tidak cukup untuk merebut gelar.

McLaren tampil dominan sepanjang balapan yang berlangsung dalam tensi tinggi. Oscar Piastri finis di posisi kedua dan berada dalam posisi strategis untuk membantu Norris apabila situasi membutuhkannya. Sejak lap pertama, Verstappen memang memimpin jalannya balapan, namun kontrol McLaren memastikan target kejuaraan tetap aman.

Keberhasilan ini menjadikan Norris sebagai juara dunia Formula 1 asal Inggris ke-11. Gelar tersebut diraih pada musim ketujuhnya di F1, setelah memulai musim dengan performa yang relatif lambat namun tampil sangat konsisten dan agresif di paruh kedua musim.

Tak hanya gelar pembalap, McLaren juga mengamankan titel konstruktor. Ini menjadi gelar ganda pertama bagi tim asal Woking tersebut sejak terakhir kali meraihnya pada 1998.

“Saya sudah lama tidak menangis dan saya pikir saya tidak akan menangis, tetapi ternyata saya menangis,” ujar Norris dengan mata berkaca-kaca. Ia mengaku merasakan kebahagiaan luar biasa bisa merasakan status juara dunia, sekaligus memberi apresiasi kepada para rival utamanya.

Norris juga menyampaikan rasa hormatnya kepada Max Verstappen dan Oscar Piastri yang menjadi pesaing terberat sepanjang musim. Ia menilai persaingan ketat tersebut memberinya banyak pelajaran berharga sebagai pembalap.

Meski McLaren dinilai sebagai mobil tercepat musim ini, gelar Norris semakin bernilai karena diraih melalui pertarungan sengit melawan Verstappen, yang kerap disebut sebagai pembalap terbaik di generasinya.

Pada putaran pendinginan, Norris terlihat menangis di dalam mobilnya saat menerima ucapan selamat dari tim. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan seluruh kru McLaren yang telah membantunya mewujudkan ambisi seumur hidup menjadi juara dunia Formula 1.