Lebih dari 20 Negara Tolak Pengakuan Israel atas Somaliland, Dinilai Ganggu Stabilitas Global

- Lebih dari 20 negara di Timur Tengah, Afrika, dan anggota OKI menolak pengakuan Israel terhadap Somaliland karena dinilai mengancam stabilitas kawasan dan keamanan internasional.
- Penolakan juga menyoroti kekhawatiran adanya kaitan langkah Israel dengan upaya pemindahan paksa rakyat Palestina.
- Somaliland yang memerdekakan diri sejak 1991 baru pertama kali mendapat pengakuan dari negara lain, sementara Amerika Serikat tetap mengakui keutuhan wilayah Somalia.
, Jakarta —Langkah Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka menuai penolakan luas dari komunitas internasional. Lebih dari 20 negara kawasan Timur Tengah, Afrika, serta sejumlah anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara tegas menyatakan keberatan dan menilai keputusan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan keamanan dunia.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Minggu (28/12/2025), negara-negara tersebut menilai tindakan Israel merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan membawa konsekuensi geopolitik serius.
“Mengingat dampak serius dari tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut terhadap perdamaian dan keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, serta implikasinya terhadap perdamaian dan keamanan internasional secara keseluruhan,” demikian pernyataan resmi tersebut.
Pernyataan itu juga menegaskan penolakan penuh terhadap kemungkinan adanya kaitan antara pengakuan Israel tersebut dengan skema pemindahan paksa rakyat Palestina dari tanah airnya. Di luar pernyataan kolektif itu, Suriah secara terpisah turut menyampaikan penolakan keras.
Somaliland sendiri berada di kawasan strategis Teluk Aden, berhadapan dengan Yaman dan berdekatan dengan Djibouti yang menjadi basis sejumlah pangkalan militer negara besar dunia. Wilayah ini memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991 di tengah konflik berkepanjangan, memiliki pemerintahan serta mata uang sendiri, namun tidak pernah memperoleh pengakuan internasional hingga deklarasi sepihak Israel pada Jumat lalu.
Hingga kini belum jelas alasan Israel mengambil langkah tersebut dan apakah terdapat kepentingan tertentu di baliknya. Sebelumnya, sempat muncul laporan yang menyebut adanya pembahasan terkait kemungkinan pemukiman warga Palestina di Somaliland pada masa pemerintahan Donald Trump, meski rencana itu telah ditinggalkan Amerika Serikat.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menegaskan tetap menghormati integritas teritorial Somalia, termasuk wilayah Somaliland, dan tidak mengikuti langkah Israel.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: