Malam Nuzulul Quran 1447 H Jatuh 6 Maret 2026, Ini Amalan yang Dianjurkan

- Malam Nuzulul Quran 1447 H diperingati mulai Jumat malam, 6 Maret 2026, menandai peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Quran di Gua Hira kepada Nabi Muhammad SAW.
- Empat amalan yang dianjurkan meliputi memperbanyak tilawah Al-Quran, menunaikan shalat malam, beriktikaf di masjid, serta memperbanyak doa dan dzikir.
- Keutamaan masing-masing amalan bersumber dari hadis sahih riwayat Bukhari, Muslim, dan Ath-Thabrani, serta ayat Al-Quran Surah Al-Ankabut ayat 45.
, Surabaya – Malam Nuzulul Quran tahun ini tinggal menghitung jam. Peringatan turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW jatuh pada 17 Ramadan 1447 H, yang bertepatan dengan Sabtu, 7 Maret 2026. Artinya, malam peringatannya sudah bisa dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026.
Peristiwa bersejarah itu terjadi di Gua Hira, dekat Makkah, ketika Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama kepada Rasulullah yang sedang berkhalwat. Ayat yang turun adalah Surah Al-Alaq ayat 1-5, dibuka dengan perintah membaca, “Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq.”
Malam ini bukan sekadar tanggal di kalender Hijriah. Bagi umat Islam, ini adalah salah satu momen paling sarat makna di sepanjang Ramadan, dan ada sejumlah amalan yang sangat dianjurkan untuk ditunaikan.
Yang paling utama adalah memperbanyak tilawah Al-Quran. Merujuk pada kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, pada malam Nuzulul Quran Malaikat Jibril turun kepada Rasulullah dan memerintahkan beliau membaca Al-Quran dengan berbagai ragam bacaan, sekaligus menjelaskan hukum-hukum syariat Islam. Membaca Al-Quran di malam ini bukan rutinitas biasa, ia punya bobot yang berbeda.
Selain tilawah, shalat malam atau qiyamul lail menjadi amalan yang tidak kalah dianjurkan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menyatakan bahwa siapa pun yang menghidupkan malam Ramadan dengan shalat karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Ada yang menarik dari hadis riwayat Ath-Thabrani: Jibril AS pernah menyampaikan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malamnya. Bukan pada harta, bukan pada jabatan.
Iktikaf, atau berdiam diri di masjid dengan niat beribadah, juga masuk dalam daftar amalan yang bisa dilakukan. Rasulullah SAW memang lebih rutin beriktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan, tapi semangat itu bisa ditumbuhkan sejak pertengahan bulan, termasuk saat malam Nuzulul Quran.
Satu lagi yang tak boleh terlewat adalah memperbanyak doa dan dzikir. Dalam Surah Al-Ankabut ayat 45, Allah SWT menegaskan bahwa mengingat-Nya adalah ibadah dengan keutamaan paling besar. Dzikir menenangkan hati, doa merendahkan diri di hadapan Sang Pencipta.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: