Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran

- Megawati Soekarnoputri mengirimkan surat ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei atas terpilihnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, disebut sebagai yang pertama dari tokoh asing manapun, ini adalah surat kedua Megawati ke Teheran, setelah surat duka atas wafatnya Ayatollah Khamenei akibat serangan AS-Israel.
- Dalam surat bertanggal 9 Maret 2026 itu, Megawati menyerukan visi Trisakti Bung Karno sebagai cermin perjuangan Iran menghadapi tekanan Barat, dan mendorong Mojtaba meneruskan semangat perlawanan terhadap neo-imperialisme dari para pemimpin revolusi sebelumnya.
- Dubes Iran Mohammad Boroujerdi memuji konsistensi Megawati sebagai pemimpin yang selalu pertama memberikan perhatian dan memperjuangkan keadilan global, dalam kunjungannya ke Megawati untuk menerima surat tersebut secara langsung.
, JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menjadi pemimpin asing pertama yang menyampaikan ucapan selamat secara resmi kepada Mojtaba Khamenei atas terpilihnya putra sulung Ayatollah Ali Khamenei itu sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Surat bertanggal 9 Maret 2026 itu merupakan korespondensi kedua Megawati dengan Teheran, setelah sebelumnya ia juga mengirim surat duka cita atas wafatnya Ayatollah Khamenei akibat serangan AS-Israel.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan hal itu di Jakarta, Senin (16/3/2026), setelah Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berkunjung ke Megawati untuk menerima surat tersebut secara langsung.
“Dubes Mohammad Boroujerdi menyebut Ibu Megawati selalu menjadi yang pertama memberikan perhatian. Beliau menggambarkan sosok pemimpin yang tidak hanya cinta perdamaian, tetapi juga konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keadilan global,” ujar Hasto.
Saat menyerahkan surat kepada Dubes Boroujerdi, Megawati mengungkapkan kelegaannya atas keberlangsungan kepemimpinan Iran.
“Ini adalah surat kedua saya. Saya merasa gembira karena kini Iran telah memiliki pemimpin kembali,” kata Megawati.
Dalam suratnya, Megawati menilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai momentum krusial untuk menyatukan kepemimpinan Iran di tengah kondisi krisis. Ia menegaskan kembali relevansi visi geopolitik Bung Karno, khususnya konsep Trisakti, bagi perjuangan Iran menghadapi tekanan Barat.
“Bangsa Iran mampu hadir sebagai bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, atau yang dikenal dengan Trisakti Bung Karno,” tulis Megawati.
Ia juga menyerukan agar Mojtaba meneruskan semangat para pemimpin revolusi pendahulunya yang menolak tunduk pada kekuatan neo-imperialisme, serta memanjatkan doa agar Iran segera bangkit dari krisis di bawah kepemimpinan yang baru.
Langkah diplomasi personal Megawati ini layak dibaca dalam konteks yang lebih luas. Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo telah menjaga jarak formal dari konflik AS-Israel versus Iran dengan mengandalkan jalur multilateral dan pernyataan netralitas. Sebaliknya, Megawati lewat kapasitasnya sebagai tokoh partai dan pemimpin moral memilih jalur komunikasi langsung yang lebih eksplisit, membawa nama Bung Karno dan warisan antiimperialisme Gerakan Non-Blok sebagai landasan moral, sebuah sinyal yang tidak bisa diabaikan dalam membaca arah simpati politik Indonesia terhadap Iran.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: