Menhan Sjafrie Lantik 12 Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Ada Noe Letto dan Anak Hotman Paris

- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin lantik 12 Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional pada 15 Januari 2026 berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor KEP/3/KH/X/2025 untuk perkuat kapasitas pemikiran kebijakan pertahanan
- Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto) anak Cak Nun dan Frank Alexander Hutapea anak Hotman Paris dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya setara eselon II, Sabrang lulusan double degree Fisika dan Matematika Universitas Alberta Kanada
- 12 tenaga ahli (6 Tenaga Ahli Utama, 3 Madya, 3 Muda) akan isi kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, dan Geostrategi untuk menghadapi dinamika tantangan global yang kompleks dan multidimensional
, Jakarta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin langsung upacara pengangkatan dan pengambilan sumpah jabatan Tenaga Ahli DPN di lingkungan Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kapasitas pemikiran dan analisis kebijakan pertahanan nasional, khususnya di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks dan multidimensional.
Sebanyak 12 pakar dari berbagai latar belakang keilmuan resmi dilantik berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor KEP/3/KH/X/2025. Acara berlangsung dengan khidmat di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Jenderal Sudirman, Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pengangkatan tenaga ahli ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam memperkuat jajaran pemikir strategis di tubuh Dewan Pertahanan Nasional.
“Para tenaga ahli ini akan mengisi posisi krusial sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, serta Geostrategi,” kata Rico saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).
Ia menambahkan pengangkatan ini merupakan langkah nyata Kemhan dalam mengintegrasikan keahlian akademis dan praktis guna mendukung kelancaran tugas-tugas Dewan Pertahanan Nasional.
Dari 12 tenaga ahli yang dilantik, salah satunya adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh, B.Math, B.Sc. Sabrang dikenal luas sebagai putra tokoh nasional Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, sekaligus figur publik yang juga dikenal dengan nama panggung Noe, vokalis grup band Letto.
Dalam prosesi pelantikan, Sabrang tampak mengenakan setelan jas hitam, kemeja putih, dasi merah, serta kopiah hitam, seragam dengan para tenaga ahli lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sabrang dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya yang setara dengan pejabat struktural eselon II. Posisi ini menempatkannya pada kedudukan yang cukup tinggi dalam struktur pemerintahan.
Selain dikenal sebagai musisi, Sabrang ternyata memiliki latar belakang pendidikan yang sangat mumpuni di bidang sains. Ia adalah lulusan double degree dari Universitas Alberta, Kanada.
Pada tahun 1997, Sabrang memutuskan untuk merantau ke Kanada demi menempuh pendidikan tinggi. Ia berkuliah di Universitas Alberta, sebuah perguruan tinggi riset publik ternama di Kanada.
Tak tanggung-tanggung, Sabrang mengambil dua jurusan sekaligus yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi, yakni Fisika dan Matematika. Latar belakang akademis yang kuat ini menjadi salah satu pertimbangan pengangkatannya sebagai tenaga ahli.
Selain kiprahnya di dunia musik, Sabrang juga dikenal aktif dalam diskursus intelektual, teknologi, dan pemikiran strategis. Ia juga merupakan pendiri Pic[k]Lock dan aktif di berbagai platform digital.
Selain Sabrang, dua tokoh lain yang juga dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya adalah Dr. Ir. Jupriyanto dan Frank Alexander Hutapea, S.H.
Frank Alexander Hutapea adalah anak pertama dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Sama seperti ayahnya, Frank Alexander merupakan seorang pengacara yang bergelut di bidang hukum.
Sementara itu, enam Tenaga Ahli Utama yang dilantik meliputi Prof. Dr. Surachman Surjaatmadja, Dr. Ian Montratama, Dr. Ing. M. Abdul Kholiq, Agato P. P. Simamora, S.H., M.H., Dr. Achmad Rully, serta Filda Citra Yusgiantoro, Ph.D.
Adapun tiga Tenaga Ahli Muda yang turut dilantik yakni Santiaji Dyatmiko, Maundri Prihanggo, S.T., M.Sc., dan Dr. Muhammad Zulkarnain Maddatuang, M.Si.
Para tenaga ahli ini akan bertugas membantu negara dalam mengatasi berbagai dinamika nasional dan membantu pemerintah menjawab tantangan global, khususnya dalam tiga bidang strategis.
Di bidang Geoekonomi, mereka akan mengkaji isu ekonomi global dan nasional untuk memastikan ketahanan ekonomi Indonesia. Sedangkan di bidang Geopolitik, fokusnya adalah pada analisis hubungan internasional dan dinamika politik regional yang dapat memengaruhi keamanan nasional.
Untuk bidang Geostrategi, tugas mereka mencakup merumuskan strategi pertahanan jangka panjang yang sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia di kancah internasional.
Pengangkatan para tenaga ahli dengan latar belakang yang beragam ini menunjukkan pendekatan komprehensif pemerintah dalam menyusun strategi pertahanan nasional.
Dengan melibatkan pakar dari berbagai disiplin ilmu, diharapkan kebijakan pertahanan Indonesia dapat lebih adaptif dan responsif terhadap berbagai tantangan.
Pelantikan ini juga menandai komitmen pemerintah untuk melibatkan kalangan intelektual dan profesional terbaik bangsa dalam perumusan kebijakan strategis pertahanan nasional.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: