TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Minyak Mentah Sudah Tembus US$108, tapi Purbaya Yakin Harga BBM Subsidi Tetap Aman

Poin Penting (3)
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi meski harga minyak mentah global melonjak akibat konflik Timur Tengah, dengan alasan APBN masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menyerap guncangan harga energi.
  • Realisasi ICP secara year-to-date hingga 11 Maret 2026 masih berada di kisaran US$68 per barel, di bawah asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel, sehingga pemerintah belum berencana mengubah asumsi makro tersebut.
  • Purbaya menolak proyeksi harga minyak US$200 per barel sebagai skenario yang tidak realistis, sambil menyiapkan strategi tambahan berupa optimalisasi pendapatan, pengendalian belanja, dan pemanfaatan windfall profit komoditas untuk menjaga stabilitas fiskal.

Resolusi.co, Jakarta – Minyak mentah Brent sempat menyentuh US$108,65 per barel pekan ini, level tertinggi sejak Juli 2022. Sementara harga West Texas Intermediate masih bertahan di kisaran US$95. Pasar energi global bergejolak, tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bergeming.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM bersubsidi meski tekanan dari konflik Timur Tengah terus mengguncang harga minyak dunia.

“Belum, kami tidak akan menaikkan harga BBM,” kata Purbaya usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin (16/3/2026).

Ia mengulangi pernyataan serupa keesokan harinya, Kamis (19/3/2026), usai rapat terbatas di Istana Negara. Purbaya menyebut fungsi utama APBN dalam situasi seperti ini adalah menjadi penyerap guncangan, agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak ikut terseret oleh volatilitas harga global.

“Kan subsidi kita diatur, dihitung selama setahun penuh. Bahkan dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN,” ujar Purbaya di Istana Negara.

“Masyarakat mesti ngerti juga bahwa peran APBN adalah menyerap shock seperti ini, sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnisnya, kegiatannya, tanpa kenaikan beban yang berlebihan,” lanjutnya.

Dasar keyakinan Purbaya bukan semata retorika. Ia menunjuk realisasi harga minyak mentah Indonesia (ICP) secara year-to-date hingga 11 Maret 2026 yang masih berada di kisaran US$68 per barel, masih di bawah asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel. Angka itu, kata dia, sudah memasukkan periode lonjakan singkat harga minyak ke US$120 per barel yang sempat terjadi.

“Masih ada ruang fiskal untuk mengantisipasi kenaikan harga dalam pelaksanaan APBN 2026,” tegasnya.

Selain mengandalkan subsidi sebagai penyerap, pemerintah juga menyiapkan beberapa skenario lain. Optimalisasi pendapatan, pengendalian belanja, dan pemanfaatan potensi windfall profit dari sektor komoditas menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan fiskal yang sedang disiapkan Kemenkeu.

Purbaya juga menanggapi kalkulasi sejumlah analis yang memproyeksikan harga minyak bisa menembus US$200 per barel. Baginya, angka itu tidak realistis secara ekonomi dan ia tidak ragu menyatakannya secara terbuka.

“Saya bertaruh sama orang di depan umum. Mereka bilang US$200, saya bilang enggak, US$150 habis itu jatuh,” kata Purbaya.

Alasannya sederhana: lonjakan harga minyak yang terlalu tajam justru akan menekan permintaan global, memicu perlambatan ekonomi, dan pada akhirnya menjatuhkan harga itu sendiri. Batas koreksi alamiah ada pada titik di mana permintaan tidak sanggup lagi menyerap beban biaya energi.