Netanyahu Ancam Iran: Kami Punya Banyak Kejutan untuk Menggoyahkan Rezim Anda!

- PM Israel Benjamin Netanyahu bersumpah melanjutkan perang melawan Iran dengan kekuatan penuh, menegaskan perang dimenangkan dengan tekad, inisiatif, dan strategi
- Netanyahu mengklaim memiliki rencana terorganisir dengan banyak kejutan untuk menggoyahkan rezim Iran, memperingatkan anggota Garda Revolusi bahwa mereka menjadi target dan akan membayar harga jika tidak meletakkan senjata
- Israel dan AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke Iran sejak 28 Februari yang menewaskan banyak pejabat tinggi termasuk Ayatollah Ali Khamenei, sementara Iran baru saja mengumumkan putra kedua Khamenei, Mojtaba, sebagai pemimpin tertinggi baru
, Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk melanjutkan perang melawan Iran. Netanyahu juga mengklaim bahwa Tel Aviv memiliki rencana yang penuh kejutan untuk melemahkan rezim di Teheran.
Netanyahu dalam pernyataannya seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Senin (9/3/2026), menegaskan bahwa Israel sedang melanjutkan perang melawan Iran dengan kekuatan penuh.
“Kita terus maju dengan kekuatan penuh! Perang dimenangkan dengan inisiatif dan strategi, tetapi fondasi pertama kesuksesan adalah tekad,” ujarnya.
Netanyahu kemudian mengungkapkan bahwa Israel telah mempersiapkan rencana penuh kejutan untuk menggoyahkan rezim yang berkuasa di Iran.
“Mengenai apa yang akan kita lakukan selanjutnya di Iran, kita memiliki rencana terorganisir dengan banyak kejutan untuk menggoyahkan rezim dan memungkinkan terjadinya perubahan. Kita memiliki banyak target lainnya, dan saya tidak akan merincinya di sini,” kata Netanyahu.
Dia kemudian memperingatkan Garda Revolusi Iran untuk segera meletakkan senjata jika tidak ingin merasakan konsekuensi bahaya.
“Kepada para anggota Garda Revolusi, saya hanya mengatakan ini: kalian juga menjadi target. Siapa pun yang meletakkan senjatanya, tidak akan ada bahaya yang menimpanya. Siapa pun yang tidak melakukannya, akan membayar harganya,” cetusnya.
Netanyahu juga melontarkan pernyataan untuk rakyat Iran. Dia kembali membujuk agar rakyat Iran bertindak untuk membebaskan diri mereka dari apa yang disebutnya sebagai belenggu tirani.
“Kepada rakyat Iran, saya mengatakan: saya telah berbicara kepada Anda dan untuk Anda selama beberapa dekade. Momen kebenaran semakin dekat. Karena kita tidak berusaha memecah-belah Iran. Kita berusaha membebaskan Iran dan hidup damai dengannya,” sebutnya.
“Tetapi pada akhirnya, pembebasan dari belenggu tirani, pembebasan ini akan bergantung pada Anda, rakyat Iran yang berani dan telah lama menderita. Saya percaya bahwa jika Anda berdiri tegak pada momen kebenaran, hari itu tidak akan lama lagi ketika Israel dan Iran kembali menjadi teman yang berani,” ucap Netanyahu.
Israel bersama sekutunya Amerika Serikat telah melancarkan gelombang serangan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan kedua negara yang bersekutu itu menewaskan banyak tokoh dan pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran baru saja mengumumkan terpilihnya putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Netanyahu sejauh ini belum menanggapi pengumuman soal pemimpin tertinggi baru Iran tersebut.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: