TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Pemerintah Diminta Siap Siaga, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Menjelang Nataru

Poin Penting (3)
  • BMKG memperingatkan cuaca ekstrem mulai akhir Desember hingga awal Januari 2026 dengan curah hujan mencapai 300-500 mm per bulan di Jawa, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.
  • Pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan dengan operasi modifikasi cuaca di tiga bandara utama dan membuka posko nasional untuk menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
  • Jawa Barat memimpin frekuensi kejadian hujan ekstrem dan angin kencang disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan ancaman tambahan banjir rob di pesisir Jakarta dan Banten.

Resolusi.co, JAKARTA – Pemerintah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat yang diprediksi akan mengguyur sejumlah wilayah hingga penghujung tahun. Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan, Jawa, hingga Maluku masuk dalam daftar daerah yang akan mengalami peningkatan aktivitas cuaca.

“Pemerintah terus waspada dan siap siaga, BMKG telah menyampaikan ada potensi hujan lebat, bahkan sangat lebat sampai akhir tahun ini termasuk di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Papua,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, dalam keterangan pers di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12/2025).

Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko dampak hujan ekstrem, meski belum merincikan detail persiapan yang sudah dilakukan.

“Ini kami sudah mewaspadai dan mempersiapkan sedini mungkin untuk mengurangi risiko semaksimal mungkin,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani, juga mengingatkan adanya ancaman cuaca ekstrem menjelang periode Natal dan Tahun Baru. Cuaca berisiko tinggi diprediksi berlangsung dari akhir Desember hingga awal Januari 2026.

“Saat ini kita lihat apa yang akan kita hadapi dalam periode Nataru tahun ini, yaitu mulai dari minggu ketiga Desember hingga memasuki minggu kedua Januari,” kata Faisal dalam paparannya.

Ia memaparkan sejumlah pemicu cuaca ekstrem, mulai dari Monsun Asia yang membawa peningkatan curah hujan di Indonesia, hingga anomali atmosfer Madden Julian Oscillation yang juga ikut memperkuat intensitas hujan.

“Kemudian ada anomali atmosfer yang dinamakan Madden Julian Oscillation, ini juga akan meningkatkan curah hujan di beberapa tempat,” ujarnya.

Faisal menambahkan, seruak dingin dari Siberia turut menyumbang peningkatan curah hujan. Gelombang atmosfer dari arah barat maupun timur juga disebut akan memperburuk kondisi cuaca sehingga hujan ekstrem lebih mungkin terjadi.

“Selanjutnya ini perhatian kita saat ini yaitu Indonesia yang mulai terbangkit adanya bibit siklon dan terjadinya berkembang menjadi dewasa menjadi siklon tropis. Walaupun ini adalah fenomena yang tidak lazim di daerah ekuator, tapi ternyata kita alami beberapa kali,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menyebut fenomena La Nina yang terjadi tahun ini berada dalam kondisi lemah sehingga tidak diperkirakan memberi pengaruh besar terhadap musim hujan.

“Sehingga dalam kondisi lemah sehingga tidak memengaruhi cuaca kita secara signifikan,” tuturnya.

Pada periode 28 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, hampir seluruh wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagian Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan diperkirakan mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan curah hujan mencapai 300-500 milimeter per bulan.

Faisal menegaskan bahwa jenis bencana yang mendominasi adalah hujan ekstrem dan angin kencang, disertai fenomena lain seperti petir merusak, puting beliung, hujan es, serta jarak pandang terbatas yang dapat mengganggu penerbangan dan pelayaran.

“Trennya terus naik. Jawa Barat memimpin frekuensi kejadian hujan ekstrem dan angin kencang, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Faisal dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).

BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat akibat fase perigee dan bulan purnama pada pertengahan Desember. Meski demikian, lembaga ini menyebut tidak ada ancaman gelombang tinggi di atas 2,5-4 meter selama periode Desember dan Januari.

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengaktifkan Operasi Modifikasi Cuaca di tiga bandara utama, yakni Sultan Iskandar Muda di Aceh, Kualanamu di Sumatera Utara, dan Minangkabau di Padang.

Pemerintah daerah diminta secara aktif berkonsultasi dengan Balai Besar BMKG, segera menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda, serta memperkuat sistem respons dini menjelang libur Nataru. BMKG juga membuka posko nasional di berbagai pelabuhan dan bandara, serta menyiapkan aplikasi pendukung seperti radar cuaca untuk pemantauan.

Menteri Dalam Negeri menyampaikan bahwa kejadian bencana banjir bandang dan longsor di Cilacap, Banjarnegara, Jawa Tengah, serta bencana luas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi peringatan nyata bahwa ancaman dapat muncul setiap saat.

“Kita belum tahu apa yang menghadang ke depan. Sama seperti yang terjadi di Sumatera Utara, kejadiannya sangat cepat dan kita mungkin kurang siap,” ujarnya.

Faisal menutup paparannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memaksimalkan peringatan dini menjadi tindakan dini guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material akibat bencana hidrometeorologi.