TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Pemerintah Terapkan Kembali Skema Murur dan Tanazul untuk Haji 2026

Poin Penting (3)
  • Murur untuk Jamaah Rentan: Skema murur memungkinkan jamaah lansia, berisiko tinggi, dan disabilitas melewati Muzdalifah tanpa turun dari bus setelah wukuf Arafah dan langsung menuju Mina untuk mengurangi kepadatan dan risiko kesehatan.
  • Tanazul Pulang Lebih Awal: Skema tanazul memungkinkan jamaah rentan kembali ke hotel Mekkah lebih awal setelah lontar Jumrah Aqabah tanpa menginap di Mina, namun tetap memenuhi kewajiban bermalam sesuai syariat.
  • Efektivitas Pengaturan Kepadatan: Kedua kebijakan dinilai efektif mengontrol kepadatan di Muzdalifah dan Mina saat puncak haji, meningkatkan keamanan dan kenyamanan jamaah, meskipun jumlah pasti peserta belum ditentukan karena pendataan masih berjalan.

Resolusi.co, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah akan menerapkan kembali skema murur dan tanazul dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kedua kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah saat puncak haji.

Kepala Satuan Operasi Armuzna 2025 Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid menjelaskan bahwa skema tersebut akan diterapkan saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tujuannya adalah mengurai kepadatan agar jamaah lebih nyaman dan aman saat beribadah.

Berdasarkan keterangan Kementerian Haji, murur merupakan skema pergerakan jamaah setelah wukuf di Arafah dengan melewati Muzdalifah tanpa turun dari bus dan langsung menuju Mina. Skema ini diperuntukkan bagi jamaah lanjut usia, berisiko tinggi, dan penyandang disabilitas.

Jamaah yang menjalani murur akan diberangkatkan dari Arafah setelah maghrib dan langsung menuju Mina tanpa singgah di Muzdalifah. Dengan demikian, jamaah rentan tidak perlu menghadapi kepadatan di Muzdalifah.

Sementara itu, tanazul adalah skema pemulangan jamaah lebih awal dari jadwal ke hotel di Mekkah setelah melakukan lontar Jumrah Aqabah. Jamaah tidak menginap di Mina pada malam tasyrik, namun tetap dapat menjalankan kewajiban bermalam sesuai ketentuan syariat.

Sama seperti murur, tanazul juga ditujukan kepada jamaah lanjut usia, berisiko tinggi, dan penyandang disabilitas. Jamaah tidak perlu menempati tenda di Mina tetapi tetap bisa memenuhi rukun haji.

“Rencana Murur dan Tanazul memang itu akan akan kita laksanakan pada tahun ini. Memang sudah dikemukakan oleh pemimpin kita di kementerian haji, bapak menteri juga akan melakukan konsep itu,” ujar Harun usai mengisi materi dalam pendidikan dan pelatihan Petugas Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada Rabu (21/1/2026) malam.

Harun belum merinci jumlah pasti jamaah haji 2026 yang akan melaksanakan murur dan tanazul. Pendataan masih berlangsung sejalan dengan proses pelunasan biaya haji yang masih dibuka.

Ia menambahkan para petugas haji melakukan persiapan maksimal untuk seluruh rangkaian penyelenggaraan haji, terutama saat Armuzna. Penumpukan jamaah pada satu tempat dan waktu mengharuskan petugas memastikan keamanan dan keselamatan jamaah.

“Kami dengan unsur-unsur petugas yang ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina itu akan mendukung kebijakan ini karena kami anggap itu lebih efektif untuk mengurangi kepadatan jemaah di Muzdalifah, dan bisa mengontrol kepadatan di Muzdalifah dan nanti di Mina,” ujarnya.

Kebijakan murur dan tanazul sebelumnya pernah diterapkan dalam penyelenggaraan haji sebelum pandemi Covid-19. Kedua skema ini dinilai efektif mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan jamaah yang rentan.