Proyek Hilirisasi Senilai US$26 Miliar Diprediksi Serap 600 Ribu Tenaga Kerja

- Pipeline proyek hilirisasi lintas sektor capai US$26 miliar dengan proyeksi cipta 600 ribu lapangan kerja langsung dan tidak langsung
- Sepanjang 2025 sektor hilirisasi sumbang 30,2% total investasi senilai Rp554,1 triliun, naik 43,3% dari tahun sebelumnya, cakup mineral, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan kelautan
- Tujuh dari 20 proyek sudah groundbreaking termasuk smelter alumina di Mempawah, bioavtur Cilacap, bioetanol Banyuwangi, sisanya bertahap
, Jakarta – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan proyek hilirisasi menjadi kontributor utama investasi nasional, dengan total nilai pipeline sekitar US$26 miliar dan proyeksi penciptaan 600.000 lapangan kerja.
“Secara keseluruhan, pipeline proyek hilirisasi lintas sektor memiliki potensi investasi sekitar US$26 miliar dan diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung,” kata Rosan dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).
Rosan memerinci sepanjang 2025, sektor hilirisasi menyumbang 30,2 persen dari total realisasi investasi atau Rp554,1 triliun, meningkat 43,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Program hilirisasi tidak hanya mencakup mineral, tetapi juga diperluas ke sektor perkebunan, kehutanan, perikanan, dan kelautan.
Dari total 20 program hilirisasi, tujuh proyek telah memulai groundbreaking, antara lain smelter alumina menjadi aluminium di Mempawah, bioavtur di Cilacap, bioetanol di Banyuwangi, serta hilirisasi kelapa terintegrasi. Sisanya akan menyusul secara bertahap.
Pencapaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Strategi hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi nasional sekaligus membuka peluang kerja masif bagi masyarakat.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: