PT PELNI Surabaya Siapkan 15 Kapal untuk Layani Mudik Lebaran 2026

- PELNI Surabaya menyiapkan 15 kapal untuk melayani 44.440 penumpang selama periode mudik Lebaran 6 Maret hingga 6 April 2026, dengan puncak arus pada 18 Maret
- KM Sabuk Nusantara 91 dan 92 akan meningkatkan frekuensi pelayaran di rute padat seperti Tanjung Wangi-Sapeken dan Surabaya-Masalembo untuk mengakomodasi lonjakan penumpang
- PELNI mengedepankan tiga pilar utama pelayaran: Safety First, Zero Accident, dan Service Excellence sebagai komitmen memberikan layanan terbaik dan aman
, Surabaya – PT Pelayaran Nasional Indonesia cabang Surabaya menyiapkan 15 unit kapal untuk mengakomodasi arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah. Layanan angkutan laut ini tersedia mulai 6 Maret hingga 6 April 2026.
Roni Abdullah, Kepala Cabang PELNI Surabaya, memproyeksikan 44.440 penumpang akan menggunakan jasa pelayaran selama periode mudik tahun ini.
“Kami menargetkan ada 44.440 penumpang yang menggunakan kapal selama angkutan Lebaran 2026. Rinciannya, 34.366 penumpang pada kapal penumpang dan 10.074 penumpang pada kapal perintis,” kata Roni, Rabu (11/2/2026).
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sekitar seminggu menjelang Idul Fitri. Pada tanggal tersebut, lonjakan penumpang diprediksi mencapai titik tertinggi.
Dari 15 kapal yang disiapkan, 13 unit merupakan kapal penumpang reguler dan dua sisanya adalah kapal perintis yang melayani rute ke pulau-pulau terluar.
Dua kapal yang mendapat perhatian khusus adalah KM Sabuk Nusantara 91 dan KM Sabuk Nusantara 92. Kedua kapal ini dirancang khusus untuk melayani rute padat penumpang.
“Saat ini, KM Sabuk Nusantara 91 sedang melaksanakan docking dan diperkirakan selesai pada 26 Februari. Sehingga, dapat beroperasi penuh selama mudik Lebaran,” ungkap Roni.
KM Sabuk Nusantara 91 akan fokus pada rute Tanjung Wangi ke Sapeken dengan frekuensi pelayaran yang ditingkatkan. Rute ini termasuk yang ramai pada musim mudik karena menghubungkan Banyuwangi dengan kepulauan di utara Jawa Timur.
Sementara itu, KM Sabuk Nusantara 92 akan menambah trip pada dua rute sekaligus: Surabaya ke Masalembo dan Kalianget ke Masalembo. Masalembo menjadi destinasi strategis bagi warga yang ingin pulang ke pulau-pulau kecil di Laut Jawa.
Persiapan teknis kapal menjadi prioritas utama. Proses docking KM Sabuk Nusantara 91 mencakup pemeriksaan mesin, lambung kapal, hingga sistem keselamatan untuk memastikan layak operasi penuh.
Nadya Nathasya, Manager Komunikasi Korporasi PELNI, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga standar pelayanan.
“Kami berkomitmen untuk mengedepankan tiga pilar utama pelayaran yaitu Safety First, Zero Accident, dan Service Excellence,” ujar Nadya.
Angka target 44 ribu penumpang bukan sekadar proyeksi asal-asalan. Ini hasil olahan data historis lima tahun terakhir, ditambah faktor pertumbuhan populasi dan tren mobilitas masyarakat pesisir.
Layanan kapal laut tetap jadi pilihan bagi sebagian masyarakat, terutama yang tinggal di pulau-pulau kecil. Tarif relatif murah, bisa membawa kendaraan, dan pengalaman perjalanan laut masih punya daya tarik tersendiri.
PELNI tidak sendirian dalam menghadapi lonjakan penumpang. Koordinasi dengan Syahbandar, TNI AL, hingga Ditjen Perhubungan Laut sudah berjalan sejak awal Februari.
Soal harga tiket, belum ada kenaikan signifikan dibanding tahun lalu. Ini bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa.
Keselamatan tetap jadi kata kunci. Setelah insiden beberapa tahun silam, PELNI ekstra hati-hati dalam memastikan semua aspek teknis kapal dalam kondisi prima.
Bagi calon penumpang, pemesanan tiket bisa dilakukan melalui loket langsung, agen resmi, atau aplikasi digital PELNI. Disarankan memesan jauh hari untuk menghindari kehabisan tiket pada tanggal-tanggal puncak.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: