Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp16.810 per Dolar AS, Ketegangan Iran Jadi Sentimen

- Rupiah diprediksi menguat ke Rp16.810-16.840 per dolar AS pada perdagangan Rabu, dibuka naik 0,26% ke level Rp16.767 pagi ini
- Ketegangan AS-Iran dan peringatan kapal berbendera AS hindari Selat Hormuz jadi sentimen global, ditambah menanti data ekonomi AS dan China
- Survei Indikator Politik Indonesia catat tingkat kepuasan 79,9% terhadap kepemimpinan Prabowo, terutama soal keseriusan berantas korupsi, jadi sentimen pendukung rupiah
, Jakarta – Rupiah berpeluang menguat ke kisaran Rp16.810 hingga Rp16.840 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu ini. Pergerakan mata uang Garuda dipengaruhi sentimen global dan domestik yang saling tarik ulur.
Pembukaan perdagangan pagi ini mencatatkan rupiah naik 0,26% atau 43,5 poin ke level Rp16.767 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Indeks dolar terpantau stagnan di posisi 96,80.
Sehari sebelumnya, rupiah ditutup melemah tipis 0,04% ke level Rp16.811 per dolar AS. Indeks dolar AS mengalami penguatan 0,07% ke level 96,88 pada Selasa kemarin.
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan kali ini. Ketegangan Amerika Serikat dan Iran masih jadi perhatian utama pelaku pasar.
“Peringatan tersebut menimbulkan kekhawatiran atas ketegangan antara AS dan Iran yang tetap tinggi, bahkan ketika kedua negara mencatat kemajuan selama pembicaraan akhir pekan baru-baru ini dan berjanji untuk terlibat dalam lebih banyak diskusi tentang program nuklir Teheran,” ujar Ibrahim, Selasa.
Pemerintah AS baru-baru ini menyarankan kapal berbendera AS untuk tetap sejauh mungkin dari wilayah Iran saat melewati Selat Hormuz dan Teluk Oman. Alasannya adalah risiko diserang pasukan Iran.
Pasar juga menantikan rilis data ekonomi dari konsumen minyak terbesar dunia. Data penggajian non-pertanian AS dan inflasi indeks harga konsumen diprediksi akan mempengaruhi prospek suku bunga Federal Reserve ke depan.
Data CPI China sebagai importir minyak terbesar di dunia akan dirilis Jumat pekan ini. Perjalanan dan permintaan bahan bakar di Tiongkok diperkirakan meningkat jelang liburan Imlek.
Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpin Presiden Prabowo Subianto yang mencapai hampir 80 persen. Survei Indikator Politik Indonesia mencatat 79,9% responden puas dengan kinerja 17 bulan Prabowo memimpin.
Kepuasan itu terlihat dari keseriusan Prabowo memberantas korupsi. Sebanyak 17,5% responden menjawab puas dengan upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
Sentimen domestik yang cukup positif ini turut menopang pergerakan rupiah meski tekanan dari luar masih ada.
Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada kisaran Rp16.810 hingga Rp16.840 per dolar AS untuk perdagangan hari ini.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: