TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

16 Maret 2026
TODAY'S RECAP
Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Cari berita

Sawit, Kopi, Kakao Bebas Tarif ke AS, Tapi Ada Harga yang Harus Dibayar Indonesia

Poin Penting (3)
  • Indonesia dan AS resmi meneken perjanjian tarif dagang (ART) di Washington DC, dengan tarif impor produk Indonesia ke AS turun dari 32% menjadi 19%, sementara sawit, kopi, dan kakao mendapat tarif 0%.
  • Sebagai imbalan, Indonesia membebaskan bea masuk bagi lebih dari 99% produk asal AS yang masuk ke Indonesia, termasuk komitmen pembelian 50 pesawat Boeing.
  • Penandatanganan dilakukan oleh Menko Airlangga Hartarto dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, tanpa kehadiran Presiden Prabowo maupun Presiden Trump dalam prosesi tersebut.

Resolusi.co, Washington DC – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menuntaskan perjanjian tarif dagang yang sudah lama dinegosiasikan. Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dilakukan di kantor USTR, Washington DC, oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, Kamis waktu setempat.

Dalam kerangka kesepakatan ini, AS menurunkan tarif impor atas produk-produk Indonesia dari 32% menjadi 19%. Komoditas unggulan ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan kakao mendapat perlakuan khusus, yaitu tarif nol persen atau sepenuhnya bebas bea masuk.

Sebagai imbalannya, Indonesia membuka pasarnya lebih lebar. Lebih dari 99% produk asal AS yang masuk ke Tanah Air ditetapkan bebas hambatan tarif secara preferensial.

Greer menyebut kesepakatan ini sebagai momen bersejarah bagi hubungan dagang kedua negara.

“Presiden Trump membuka pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta orang untuk menciptakan peluang komersial yang berarti bagi petani dan produsen Amerika,” kata Greer dalam pernyataan resminya.

“Perjanjian penting ini meruntuhkan hambatan perdagangan sekaligus memajukan kepentingan ekonomi dan keamanan nasional rakyat Amerika,” lanjutnya.

Perjanjian ini merupakan hasil negosiasi panjang yang dimulai sejak awal 2025, ketika Trump pertama kali menjatuhkan tarif 32% kepada Indonesia sebagai bagian dari kebijakan tarif resiprokal globalnya. Setelah serangkaian perundingan, termasuk pertemuan langsung antara Prabowo dan Trump, angka tarif itu dipotong hampir separuhnya.

Sebelum keberangkatan ke Washington, Presiden Prabowo telah menggelar konsolidasi akhir bersama para menteri ekonomi kabinet di kediamannya di Hambalang, Bogor, guna memastikan posisi Indonesia tetap solid. Menko Airlangga berangkat lebih awal ke AS untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Dari sisi perjanjian juga terdapat kewajiban tambahan bagi Indonesia. Sebagaimana dicatat dalam berita terkait, Indonesia harus membeli 50 pesawat Boeing sebagai bagian dari komitmen dalam kerangka perjanjian dagang ini, sebuah klausul yang mencerminkan karakter timbal balik dari kesepakatan yang diteken kedua pihak.