TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Skema Baru MBG: Libur Sekolah, MBG Ikut Libur! Hemat Rp40 Triliun

Poin Penting (3)
  • BGN tetapkan skema baru MBG 2026 di mana penyaluran disesuaikan dengan kehadiran siswa di sekolah dan otomatis dihentikan saat libur untuk tingkatkan efektivitas program dan dukung efisiensi anggaran negara
  • Distribusi MBG ikuti jadwal belajar masing-masing sekolah: 5 hari belajar = MBG 5 kali, 6 hari belajar = MBG 6 kali, mayoritas sekolah Indonesia terapkan 5 hari belajar, fokus BGN 2026 pada peningkatan kualitas sesuai instruksi Presiden Prabowo dengan basis penyaluran ikuti kehadiran penerima manfaat
  • Kebijakan muncul di tengah wacana efisiensi MBG dari 6 hari jadi 5 hari per pekan yang berpotensi hemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun menurut Menkeu Purbaya sebagai bagian strategi jaga stabilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik

Resolusi.co, Jakarta – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan skema terbaru penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Dalam kebijakan ini, distribusi makanan untuk siswa sekolah akan disesuaikan dengan tingkat kehadiran, dan tidak diberikan saat hari libur.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus mendukung efisiensi anggaran negara.

“MBG hanya diberikan saat siswa hadir di sekolah. Jika libur, maka tidak disalurkan,” ujar Dadan, Jumat 27 Maret 2026.

Dalam skema terbaru, jumlah distribusi MBG mengikuti jadwal belajar di masing-masing sekolah. Jika sekolah menerapkan lima hari belajar, maka MBG diberikan lima kali dalam sepekan. Sementara untuk sekolah dengan enam hari belajar, distribusi dilakukan enam kali.

“Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari,” katanya.

Namun, pemerintah mencatat sebagian besar sekolah di Indonesia saat ini menerapkan sistem lima hari belajar.

Dadan menegaskan bahwa di tahun 2026, BGN fokus pada peningkatan kualitas program sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Basis penyaluran sepenuhnya mengikuti kehadiran penerima manfaat.

Selain untuk siswa sekolah, distribusi MBG juga menyasar kelompok lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menerima bantuan melalui posyandu atau langsung ke rumah. Sementara itu, santri dan peserta didik di sekolah keagamaan menerima MBG di tempat mereka tinggal atau mondok.

Kebijakan ini muncul di tengah wacana efisiensi program MBG yang sebelumnya diusulkan dengan pengurangan hari pemberian makanan menjadi lima hari dalam sepekan. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah tersebut berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.

“Biasanya seminggu enam hari, diusulkan menjadi lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, cukup besar. Bisa sampai Rp40 triliun setahun,” kata Purbaya.

Menurutnya, langkah efisiensi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik.