Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Hari Pertama Masih Lengang Penumpang

- Stasiun Jatake di Tangerang mulai beroperasi hari ini dengan kondisi sepi, hanya satu penumpang turun saat kereta pertama tiba
- Stasiun dibangun oleh Sinar Mas Land dan berada di jalur Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung dengan waktu tempuh 50 menit dari Tanah Abang
- Kawasan sekitar stasiun masih banyak lahan kosong dalam pengembangan, fasilitas UMKM di dalam stasiun belum beroperasi
, TANGERANG – Stasiun Jatake di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, mulai beroperasi hari ini, Rabu (28/1/2026). Stasiun KRL yang dibangun PT Bumi Serpong Damai atau BSD, bagian dari Sinar Mas Land, ini berada di jalur Tanah Abang-Rangkasbitung.
Dari Stasiun Tanah Abang, perjalanan menuju Jatake memakan waktu sekitar 50 menit. Rute melewati Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, dan Cicayur.
Hingga saat ini, peta rute Green Line di dalam rangkaian kereta belum diperbarui. Nama Stasiun Jatake belum tercantum di antara Cicayur dan Parung Panjang.
Setelah melewati Stasiun Cicayur, petugas kereta baru mengumumkan bahwa perhentian selanjutnya adalah Jatake. Saat tiba, aktivitas naik turun penumpang hampir tidak ada.
Bahkan penumpang yang turun di stasiun ini hanya wartawan dan seorang petugas berseragam KCI. Di peron sudah ada petugas keamanan yang berjaga.
Di peron seberang pun tidak ada satu pun calon penumpang yang menunggu kereta. Kondisi ini menunjukkan stasiun baru ini belum banyak dimanfaatkan masyarakat.
Dari peron yang terletak di sisi selatan, penumpang bisa menuju bangunan utama lewat tangga, lift prioritas, atau eskalator. Semua fasilitas sudah berfungsi.
Bangunan stasiun tiga lantai ini tampak kosong. Sebagian besar ruangan yang tertutup pintu kaca atau rolling door masih terkunci rapat. Ruang-ruang tersebut nantinya akan digunakan sebagai pusat niaga UMKM.
Selain staf Kementerian Perhubungan, PT KAI, PT Kereta Commuter Indonesia, dan karyawan Sinar Mas Land yang berkumpul untuk peresmian, hampir tidak ada penumpang lain yang terlihat.
“Izinkan kami menyemaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk DJKA, PT KAI, Kementerian Perhubungan atas peresmian Stasiun Jatake pada hari ini. Momen ini bukan sekedar penambahan simbol transportasi, tapi merupakan tonggak penting dan bersejarah dalam memperkuat konektivitas kawasan, kualitas, mobilitas masyarakat di kawasan Kabupaten Tangerang,” kata CEO Strategic Bank Sinar Mas Land, Christopher Siswanto Adisaputro.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa pembangunan transportasi publik bukan sekadar menyediakan infrastruktur fisik.
“Pembangunan transportasi publik tidak lagi dapat dipandang semata sebagai penyediaan infrastruktur fisik, melainkan sebagai bagian dari upaya memanusiakan ruang hidup masyarakat. Dalam konteks inilah, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, badan usaha swasta menjadi kunci utama dalam menghadirkan layanan transportasi yang berkelajutan, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Dudy.
Kondisi sekitar stasiun juga terpantau masih banyak lahan kosong. Sinar Mas Land saat ini tengah mengembangkan kawasan tersebut.
Hingga pukul 11.30 WIB, hanya terlihat kendaraan yang keluar dari area parkir stasiun. Hampir tidak ada kendaraan baru yang masuk, menandakan stasiun ini belum ramai dikunjungi.
Sepinya Stasiun Jatake di hari pertama operasi wajar terjadi untuk stasiun baru. Biasanya dibutuhkan waktu agar masyarakat mengenal dan memanfaatkan fasilitas transportasi yang tersedia.
Selain itu, kawasan sekitar yang masih dalam tahap pengembangan juga menjadi faktor. Belum banyaknya hunian atau aktivitas komersial di sekitar stasiun membuat potensi penumpang masih terbatas.
Ke depan, jika pembangunan kawasan BSD selesai dan hunian terisi, Stasiun Jatake diharapkan bisa menjadi simpul transportasi yang ramai. Kolaborasi swasta dalam pembangunan stasiun seperti ini bisa menjadi model pengembangan infrastruktur di masa depan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: