Viral! Jalan Rusak di Sampang Diperbaiki Pakai Uang Gift TikTok Rp125 Juta

- Warga Desa Tobai Tengah, Sampang berhasil mengumpulkan Rp125 juta dari gift TikTok melalui akun @swadaya93 untuk memperbaiki jalan desa yang rusak
- Sebanyak 70% biaya perbaikan berasal dari donasi TikTok, sisanya dari sumbangan warga lokal untuk memperbaiki 800 meter jalan di tiga titik berbeda
- Penjabat Kepala Desa mengakui keterbatasan anggaran desa dan berterima kasih atas inisiatif swadaya masyarakat dalam mengatasi infrastruktur yang terbengkalai
, Sampang – Masyarakat Desa Tobai Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berinisiatif menggunakan platform digital untuk mengatasi persoalan infrastruktur yang tidak kunjung terselesaikan. Mereka berhasil mengumpulkan dana perbaikan jalan desa melalui siaran langsung di aplikasi TikTok.
Akun TikTok bernama @swadaya93 yang dikelola Swadaya Masyarakat Tobaih menjadi sarana penggalangan donasi. Dari aktivitas live streaming tersebut, terkumpul dana mencapai Rp125 juta yang berasal dari gift para pengguna TikTok. Uang tersebut kemudian dibelanjakan untuk membeli material perbaikan infrastruktur jalan yang kondisinya sudah memprihatinkan.
Kondisi jalan di desa tersebut sangat berbahaya, terutama ketika musim penghujan tiba. Jalanan penuh lubang, licin, dan berlumpur sehingga membahayakan keselamatan para pengendara yang melintas.
Hasan Ali Tamam, salah seorang warga yang terlibat dalam inisiatif ini, menjelaskan latar belakang aksi swadaya tersebut. Menurutnya, langkah ini terpaksa diambil karena bantuan dari pemerintah belum juga terealisasi meski kondisi jalan semakin memburuk.
“Hampir 70 persen biaya perbaikan dari gift TikTok,” kata Hasan Ali Tamam, Kamis (8/1/2026).
“Sisanya ada sumbangan dari warga dan tokoh setempat,” tambahnya.
Perbaikan dilakukan secara bergotong royong oleh warga di tiga titik berbeda dengan total panjang mencapai 800 meter. Mereka menggunakan material seadanya untuk menambal lubang-lubang yang selama ini membahayakan.
“Kalau hujan di sini licin, tanahnya bercampur air. Belum lagi lubang-lubang itu juga membahayakan pengendara dan banyak yang sudah jatuh,” jelas Hasan.
Warga berharap aksi swadaya ini dapat menarik perhatian pemerintah daerah agar segera memberikan bantuan perbaikan dengan material yang lebih berkualitas. Jalan tersebut merupakan akses penting bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, menuju sawah, maupun pergi ke pasar.
“Semoga pemerintah segera memperbaiki jalan di desa kami. Karena ini akses penting bagi kami untuk bekerja, ke sawah maupun ke pasar,” pungkas Hasan.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Tobai Tengah, Muhammad Ruji, mengakui bahwa jalan yang diperbaiki warga tersebut memang merupakan tanggung jawab pemerintah desa. Namun, ia menyatakan tidak mengetahui secara pasti sejak kapan kerusakan jalan tersebut terjadi.
“Mengenai lamanya rusaknya jalan saya kurang paham, karena saya menjabat Pj terhitung April 2025 lalu,” ungkap Muhammad Ruji.
Ia mengucapkan terima kasih atas inisiatif masyarakat yang telah melakukan perbaikan secara mandiri. Muhammad Ruji mengakui keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama untuk melakukan perbaikan infrastruktur.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Tobai Tengah yang sudah memperbaiki jalan secara swadaya. Terus terang kami atas nama pemerintah desa sangat menyayangkan karena kami tidak bisa berbuat apa-apa sebab anggaran yang sangat terbatas,” pungkasnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: