TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Waspada! BMKG Umumkan Status Siaga Hujan Lebat di 10 Provinsi, Jakarta Termasuk

Poin Penting (3)
  • BMKG mengeluarkan status siaga hujan lebat-sangat lebat untuk 10 provinsi periode 16-18 Januari, termasuk Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta
  • Cuaca ekstrem dipicu kombinasi La Nina lemah, Siklon Tropis Nokaen, aktivitas MJO, dan seruakan dingin dari Asia yang memperkuat monsun
  • Peringatan angin kencang berlaku untuk 26 wilayah di Indonesia bagian selatan dan timur, masyarakat diminta waspada kilat, petir, dan angin kencang

Resolusi.co, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan intensitas tinggi yang akan mengguyur berbagai wilayah Indonesia dalam tujuh hari mendatang. Kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi berbagai fenomena atmosfer global maupun lokal.

Lembaga pemantau cuaca tersebut mencatat bahwa dinamika atmosfer di tingkat internasional, kawasan, dan domestik masih memberikan dampak signifikan terhadap kondisi meteorologi Tanah Air. Dalam rentang waktu 16 hingga 22 Januari 2026, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Fenomena El Nino-Southern Oscillation terpantau mengalami penguatan pada fase negatif yang mengindikasikan terjadinya La Nina dengan kategori lemah. Hal ini berpotensi memperbesar pasokan uap air yang mendorong terbentuknya awan pembawa hujan di beberapa kawasan Indonesia.

Temperatur permukaan laut yang cenderung hangat di sejumlah perairan Indonesia turut memperkaya ketersediaan uap air. Kondisi ini semakin mendukung pembentukan formasi awan hujan di wilayah nusantara.

Aktivitas Madden-Julian Oscillation secara spasial diperkirakan aktif melintasi sejumlah perairan seperti Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, perairan utara Maluku Utara-Papua, serta pesisir utara Papua. Pola pergerakan ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di lokasi-lokasi tersebut.

Kehadiran Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara, menjadi salah satu pemicu curah hujan tinggi. Siklon ini diproyeksikan akan menguat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara 1000 hPa, dengan arah pergerakan menuju Barat Laut.

“Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, dan Pulau Jawa,” jelas BMKG dalam Prospek Cuaca Sepekan periode 16-22 Januari 2026.

Pola angin, terutama di wilayah utara Indonesia bagian Timur, akan dipengaruhi oleh kondisi tersebut. Selain itu, terdapat juga Bibit 96S yang pergerakannya diprakirakan persisten dengan kecepatan angin maksimal 20 knot dan tekanan udara 1002 hPa yang mempengaruhi pola angin termasuk daerah konvergensi.

Sistem ini memanjang dari pesisir barat Sumatra, Riau, dari Jambi hingga Lampung, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Seram, Laut Arafura, hingga Papua Barat. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan sepanjang daerah konvergensi.

BMKG juga memperkirakan dalam sepekan ke depan terdapat potensi peningkatan seruakan dingin atau cold surge dari Benua Asia. Hal ini terindikasi dari perbedaan tekanan udara dari Gushi yang tinggi, disertai peningkatan kecepatan angin yang tinggi di Laut China Selatan.

Kondisi ini memperkuat masuknya monsun Asia yang lebih cepat dan mudah melewati ekuator melalui Selat Karimata. Dampaknya akan dirasakan pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah selatan Indonesia, khususnya bagian selatan Sumatra dan Pulau Jawa.

Pada periode 16-18 Januari 2026, kondisi cuaca di Indonesia secara umum didominasi hujan ringan hingga hujan lebat. Namun, perlu diwaspadai peningkatan intensitas hujan sedang yang terjadi di sejumlah lokasi.

Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai kilat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa provinsi. Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat diberlakukan untuk Sumatra Selatan, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, dan Maluku.

Sementara itu, potensi angin kencang diprediksi melanda wilayah yang lebih luas. Daftar wilayahnya meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Papua Tengah.

Memasuki periode 19-22 Januari 2026, BMKG memprediksi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia secara umum masih didominasi hujan ringan hingga lebat. Namun tetap diperlukan kewaspadaan terhadap peningkatan intensitas hujan sedang di beberapa wilayah.

Status siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat pada periode ini berlaku untuk wilayah yang lebih sempit, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan peringatan angin kencang masih diberlakukan untuk sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan dan timur.