TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

6 April 2026

Cari berita

10.000 Mahasiswa Dampingi Korban Bencana Sumatra, Total Dana Program Rp18 Miliar!

Poin Penting (3)
  • Kemdikti Saintek turunkan 10.000 mahasiswa ke Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk program pemulihan bencana 1 bulan penuh (28 Januari-28 Februari), dengan 150 proposal terpilih dapat dana maksimal Rp120 juta
  • Setiap tim minimal 50 mahasiswa multi disiplin dari organisasi resmi seperti BEM/UKM fokus pada pemulihan pangan, energi, kesehatan, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru
  • Program dibagi 4 fase: pendaftaran (14-25 Januari), persiapan (26-28 Januari), pelaksanaan (28 Januari-28 Februari), dan pelaporan (2-16 Maret), info lengkap di bima.kemdiktisaintek.go.id

Resolusi.co, Jakarta – Pemulihan masyarakat pascabencana membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar warga terdampak dapat bangkit secara mandiri. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) mengambil langkah strategis melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026.

Program ini menggerakkan mahasiswa untuk hadir langsung mendampingi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Kegiatan mengusung pendekatan kolaboratif, berbasis solusi, dan penguatan kapasitas lokal.

Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiatif Kemdikti Saintek yang melibatkan mahasiswa turun ke lapangan. Mereka menjembatani fase tanggap darurat menuju pemulihan berkelanjutan melalui pendampingan langsung di masyarakat.

Mahasiswa mengisi ruang krusial pada fase pemulihan awal atau early recovery. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberi dampak nyata dalam proses pemulihan pascabencana.

Pada tahun 2026, Kemdikti Saintek menargetkan penurunan hingga 10.000 mahasiswa ke wilayah terdampak bencana di Sumatra. Program ini membuka kesempatan bagi 150 proposal terpilih dengan pendanaan maksimal Rp120 juta per proposal.

Sumatra saat ini menghadapi bencana berlapis seperti banjir bandang dan longsor yang memerlukan penanganan terintegrasi. Pemulihan pascabencana dinilai tidak cukup hanya bersifat darurat, tetapi perlu pendampingan jangka menengah yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan turun langsung ke lokasi dan menetap selama kurang lebih satu bulan. Wilayah sasaran program meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sasaran program ini adalah organisasi mahasiswa di perguruan tinggi yang memiliki SK resmi. Organisasi yang dapat mendaftar meliputi BEM universitas, BEM fakultas, unit kegiatan mahasiswa, dan himpunan mahasiswa.

Setiap tim harus terdiri dari minimal 50 mahasiswa dengan latar belakang multi disiplin. Keragaman bidang ilmu ini diharapkan dapat memberikan solusi komprehensif bagi masyarakat terdampak.

Selama di lokasi, mahasiswa akan melakukan berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut mencakup peningkatan akses layanan publik dan fasilitas umum serta pemulihan ekonomi.

Pemenuhan kebutuhan kesehatan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan ketahanan komunitas pascabencana juga menjadi fokus utama. Mahasiswa akan bekerja langsung bersama warga dalam implementasi program.

Program ini memiliki fokus pada pemulihan di bidang pangan, energi, dan kesehatan. Selain itu, mahasiswa juga didorong mengembangkan pemulihan ekonomi melalui ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak dibagi dalam empat fase yang terstruktur. Fase pendaftaran berlangsung pada Januari, dimulai dari pengumuman 14 Januari hingga penetapan penerima pada 25 Januari.

Fase persiapan dilaksanakan pada 26–28 Januari dengan agenda padat. Kegiatan meliputi penandatanganan kontrak, pencairan dana secara tentatif, dan pelepasan mahasiswa ke lokasi.

Fase pelaksanaan berlangsung selama satu bulan penuh dari 28 Januari hingga 28 Februari. Mahasiswa akan tinggal dan bekerja bersama masyarakat terdampak selama periode tersebut.

Fase akhir berupa pelepasan mahasiswa kembali ke kampus dijadwalkan pada 2 Maret. Laporan kegiatan dikumpulkan paling lambat 10 Maret, sementara evaluasi hasil program dilakukan pada 16 Maret.

Melalui program ini, Kemdikti Saintek menegaskan komitmen bahwa mahasiswa harus berada di garis terdepan. Sebagai kekuatan intelektual bangsa, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Mahasiswa Berdampak dapat diakses melalui laman resmi. Portal bima.kemdiktisaintek.go.id menyediakan informasi lengkap tentang mekanisme pendaftaran dan ketentuan program.