Stabil di Tengah Gejolak, Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen
, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen secara tahunan pada kuartal III 2025. Angka ini menunjukkan stabilitas pemulihan ekonomi di tengah kondisi global yang masih bergejolak. Nilai produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.060 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp3.444,8 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan paling tinggi ditopang oleh jasa pendidikan yang melonjak 10,59 persen, disusul jasa perusahaan sebesar 9,94 persen, serta jasa lainnya sebesar 9,92 persen. Sektor jasa yang terus berkembang menjadi motor baru ekonomi, terutama karena meningkatnya mobilitas dan aktivitas pendidikan yang kembali pulih penuh.
Dari sisi pengeluaran, dorongan utama berasal dari ekspor barang dan jasa yang tumbuh 10,59 persen. Pengeluaran konsumsi pemerintah turut menambah tenaga dengan kenaikan 5,49 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 5,04 persen. Konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang terbesar PDB tumbuh 4,89 persen, menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Sejumlah wilayah mencatat pertumbuhan ekonomi yang menonjol. Sulawesi memimpin dengan kenaikan 5,84 persen, disusul Jawa 5,17 persen, dan Sumatra 4,90 persen. Bali–Nusa Tenggara serta Kalimantan berada di kisaran 4,7 persen. Persebaran pertumbuhan ini menunjukkan pemulihan ekonomi berlangsung lebih merata, meski tetap dipengaruhi struktur industri masing-masing kawasan.