TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

9 April 2026
TODAY'S RECAP
Era Baru Haji Indonesia: Biaya Haji Turun, Pemerintah Bidik Tren Murah Berkelanjutan Ingatkan Bahaya Agitasi Politik, GMPK DKI: Demokrasi Harus Berjalan di Atas Rel Konstitusi Satu Lagi Bank Ditutup Paksa OJK, Daftar BPR Bangkrut 2026 Kian Panjang Harga Plastik Meledak Gara-Gara Perang, Ekspor Air Kemasan Indonesia Ikut Terseret Bukan Lagi Urusan Kemensos, Nasib Taman Makam Pahlawan Kini di Tangan Kemenhan Plafon Gate 7 Terminal 3 Soekarno-Hatta Jebol saat Hujan Deras, 12 Penerbangan Dialihkan ke Bandara Lain Doktif Tolak Cabut Laporan terhadap Richard Lee di Polda Metro Jaya, Meski Akun Medsos Disita 9 Bulan Tukang Vila Rizky Billar Pun Jadi Korban, Ini Peringatan Keras Sang Suami soal Penipuan Atas Nama Lesti Kejora Era Baru Haji Indonesia: Biaya Haji Turun, Pemerintah Bidik Tren Murah Berkelanjutan Ingatkan Bahaya Agitasi Politik, GMPK DKI: Demokrasi Harus Berjalan di Atas Rel Konstitusi Satu Lagi Bank Ditutup Paksa OJK, Daftar BPR Bangkrut 2026 Kian Panjang Harga Plastik Meledak Gara-Gara Perang, Ekspor Air Kemasan Indonesia Ikut Terseret Bukan Lagi Urusan Kemensos, Nasib Taman Makam Pahlawan Kini di Tangan Kemenhan Plafon Gate 7 Terminal 3 Soekarno-Hatta Jebol saat Hujan Deras, 12 Penerbangan Dialihkan ke Bandara Lain Doktif Tolak Cabut Laporan terhadap Richard Lee di Polda Metro Jaya, Meski Akun Medsos Disita 9 Bulan Tukang Vila Rizky Billar Pun Jadi Korban, Ini Peringatan Keras Sang Suami soal Penipuan Atas Nama Lesti Kejora

Cari berita

Prabowo Perintahkan Pembelian 200 Helikopter Baru, Tegaskan Kesiapsiagaan RI di “Ring of Fire”

Poin Penting (3)
  • Presiden Prabowo memerintahkan pembelian 200 helikopter mulai Januari 2026 untuk memperkuat respons bencana, setelah sebelumnya menambah helikopter, Hercules C-130J, dan Airbus A400.
  • Saat ini 50 helikopter sudah dikerahkan di wilayah bencana Sumatra, dan lima unit helikopter baru tiba pekan ini untuk memperkuat operasi bantuan.
  • Prabowo menanggapi kritik elite yang menyoal belanja alutsista, menegaskan bahwa Indonesia berada di “Ring of Fire” sehingga membutuhkan kesiapsiagaan maksimal menghadapi bencana dan keadaan darurat.

Resolusi.co, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat armada udara nasional dengan memerintahkan pembelian 200 helikopter baru. Instruksi itu disampaikan saat berpidato dalam puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jumat (5/12).

Prabowo mengungkapkan saat ini sudah ada 50 helikopter yang dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. Selain itu, lima helikopter tambahan baru tiba pada pekan ini dan akan terus bertambah.
“50 helikopter sekarang sedang bergerak di daerah musibah. Minggu ini, 5 helikopter baru datang. Dan terus berdatangan,” ujarnya.

Ia juga menyebut Indonesia baru mendatangkan lima unit pesawat angkut C-130J Hercules dan Airbus A400 dalam beberapa bulan terakhir. Penguatan alutsista udara ini dinilai penting untuk menghadapi kondisi darurat dan kebutuhan mobilisasi cepat di wilayah rawan bencana.

“Mulai Januari tahun depan dan seterusnya, kita akan datangkan 200 helikopter di Republik Indonesia ini,” tegas Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung kelompok elite yang kerap mengkritik belanja alutsista. Ia menilai sebagian kalangan masih gagal memahami urgensi kesiapsiagaan nasional.

“Sebagian elit kita merasa sangat pintar, selalu nyinyir. Suka mengejek pemerintahnya sendiri, pemimpin-pemimpinnya sendiri. Untuk apa Prabowo beli alutsista banyak-banyak? Untuk apa?” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan akuisisi alutsista bukan sekadar persoalan pertahanan, melainkan kebutuhan vital mengingat Indonesia berada di kawasan “Ring of Fire”—wilayah cincin api yang rawan gempa, letusan gunung berapi, dan berbagai bencana alam.

“Bangsa kita berada dalam lingkaran api, The Ring of Fire. Bencana alam adalah tantangan yang harus kita hadapi. Karena itu kita harus siap menghadapi situasi paling buruk sekalipun,” tegasnya.

Prabowo memastikan bahwa pembelian alutsista, termasuk helikopter dan pesawat angkut berat, diarahkan untuk memperkuat kemampuan negara dalam operasi kemanusiaan, mitigasi bencana, serta respons cepat terhadap keadaan darurat di seluruh wilayah Indonesia.