Siap Ramaikan Panggung Politik! Partai Gema Bangsa Deklarasi dengan 38 DPW dan 514 DPD

- Partai Gema Bangsa resmi mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru dengan 38 DPW provinsi dan 514 DPD kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada Sabtu (17/1/2026).
- Partai mengusung tiga visi utama: Indonesia Mandiri (kemandirian ekonomi dan politik), Desentralisasi Politik (demokrasi dari daerah), dan Indonesia Reborn (pembaruan tata kelola).
- Deklarasi menandai Gerakan Mandiri Bangsa yang mengutamakan kepentingan rakyat, termasuk petani, nelayan, UMKM, serta memberi ruang bagi generasi muda sebagai pelaku perubahan.
, Jakarta — Partai Gema Bangsa secara resmi mengumumkan kehadirannya sebagai partai politik baru yang mengusung nilai-nilai integritas, keadilan sosial, dan kemajuan bangsa. Deklarasi tersebut menandai kelahiran Gerakan Mandiri Bangsa yang bertujuan mewujudkan Indonesia yang berdaulat dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa.
Acara deklarasi resmi dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Sabtu (17/1/2026). Momentum ini juga menandai genap satu tahun perjalanan partai dalam membangun struktur organisasi di seluruh Indonesia.
Ketua Panitia Deklarasi Partai Gema Bangsa, Joko Nugroho, menyampaikan bahwa deklarasi ini menandai sebuah gerakan politik yang ingin mewujudkan bangsa yang mandiri.
“Deklarasi ini juga menandai sebuah Gerakan Mandiri Bangsa, yaitu gerakan politik yang bertujuan mewujudkan Indonesia Mandiri, berdaulat dalam pengambilan keputusan politik, ekonomi, dan pembangunan nasional,” ujar Joko dalam konferensi pers pradeklarasi di Jakarta, Jumat.
Dalam satu tahun perjalanannya, Partai Gema Bangsa telah menyelesaikan pembangunan struktur kelembagaan yang komprehensif. Partai ini kini memiliki 38 Dewan Pimpinan Wilayah tingkat provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah tingkat kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Partai yang diluncurkan pertama kali pada 17 Januari 2025 ini menetapkan tiga visi utama sebagai fondasi perjuangannya. Visi tersebut mencakup Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn yang menjadi pedoman dalam setiap langkah politik partai.
Visi Indonesia Mandiri difokuskan pada upaya membangun bangsa yang tidak tergantung pada kekuatan asing dan mampu mengelola sumber daya sendiri. Kemandirian tersebut mencakup aspek ekonomi dan politik, di mana kepentingan rakyat, termasuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM, menjadi prioritas utama kebijakan negara.
“Kemandirian tersebut mencakup kemandirian ekonomi dan politik, di mana petani, nelayan, serta pelaku UMKM berdaulat atas sumber penghidupan dan pasar, serta kebijakan nasional berpihak pada kepentingan rakyat,” tambah Joko.
Sementara itu, visi Desentralisasi Politik menekankan pentingnya membangun demokrasi dari tingkat daerah secara desentralistik, egaliter, dan inklusif. Partai ini berpandangan bahwa demokrasi yang kuat tidak dapat dibangun secara sentralistik, melainkan melalui pemberian kewenangan kepada pimpinan partai di daerah untuk melahirkan kepemimpinan lokal yang memahami karakteristik wilayah masing-masing.
Adapun visi Indonesia Reborn diartikan sebagai upaya pembaruan tata kelola politik dan pembangunan nasional. Partai Gema Bangsa menilai Indonesia perlu meninggalkan pola lama yang tidak relevan dan membangun politik bermoral, kekuasaan yang melayani, serta memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda sebagai pelaku perubahan.
Deklarasi ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat, perwakilan seluruh DPW dan DPD, serta berbagai tamu undangan dari kalangan pejabat negara, tokoh publik, pimpinan partai politik, akademisi, mahasiswa, petani, nelayan, dan buruh. Dengan deklarasi ini, Partai Gema Bangsa menyatakan siap berkontribusi dalam pembangunan demokrasi dan kehidupan berbangsa di Indonesia.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: