Harga Minyak Dunia Turun 2,7 Persen, Brent Tembus USD 67 per Barel

- Harga minyak Brent turun 2,71 persen ke USD 67,52 per barel dan WTI merosot 2,77 persen ke USD 62,84 setelah IEA revisi turun proyeksi permintaan global
- Stok minyak mentah AS naik 8,5 juta barel jadi 428,8 juta barel, jauh di atas perkiraan analis yang hanya 793.000 barel
- Ketegangan AS-Iran masih berlanjut meski Trump sebut negosiasi akan terus dilakukan dan belum ada eskalasi nyata
, Jakarta – Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Kamis waktu AS, Jumat pagi WIB. Investor mencerna ulang proyeksi permintaan yang direvisi turun oleh Badan Energi Internasional di tengah situasi geopolitik yang masih panas antara Washington dan Tehran.
Minyak Brent ditutup turun USD 1,88 atau 2,71 persen ke level USD 67,52 per barel. Sementara West Texas Intermediate anjlok USD 1,79 atau 2,77 persen menjadi USD 62,84.
IEA dalam laporan bulanannya menyebut pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini akan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Proyeksi surplus pasokan tetap besar meski ada gangguan di beberapa titik pada Januari.
Kedua patokan harga sempat menguat di awal sesi karena kekhawatiran atas eskalasi AS-Iran. Namun berbalik negatif begitu laporan IEA rilis.
Presiden Donald Trump mengatakan pada Rabu pekan ini masih belum mencapai kesepakatan pasti dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang cara melanjutkan hubungan dengan Iran. Trump menegaskan negosiasi dengan Tehran akan terus berlanjut.
“Meskipun retorika terkadang tetap agresif, setidaknya untuk saat ini, belum ada tanda-tanda eskalasi. Presiden AS percaya Iran pada akhirnya akan ingin mencapai kesepakatan tentang program rudal nuklirnya,” kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga.
Trump sebelumnya menyinggung opsi mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah jika pembicaraan macet.
Stok minyak mentah AS yang membengkak turut menekan harga. Cadangan bertambah 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel pekan lalu menurut Badan Informasi Energi, jauh melampaui prediksi analis Reuters yang hanya 793.000 barel.
Tingkat pemanfaatan kilang minyak AS turun 1,1 poin persentase menjadi 89,4 persen dalam seminggu.
Sehari sebelumnya, harga minyak sempat naik lebih dari 1 persen. Pasar bereaksi terhadap sinyal permintaan yang lebih kuat dari penarikan cadangan di pusat penyimpanan utama dunia.
“Ketegangan yang berkelanjutan di Timur Tengah terus mendukung harga, meskipun sejauh ini belum ada gangguan pasokan,” ujar analis UBS Giovanni Staunovo.
Penarikan minyak mentah dari stok independen di Amsterdam-Rotterdam-Antwerp dan Fujairah menunjukkan pasar yang lebih ketat dari yang terlihat.
Laporan OPEC juga mencatat permintaan untuk minyak mentah kelompok ini akan turun 400.000 barel per hari di kuartal kedua dibandingkan kuartal pertama. Produksi Rusia turun tipis 0,6 persen pada Januari.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: