Ramadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada Syaratnya

- Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i memastikan tidak akan ada sweeping rumah makan selama Ramadan 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap warga non-Muslim, meski Kemenag tidak berwenang menerbitkan surat edaran resmi terkait larangan itu.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut melarang segala kegiatan yang berpotensi menimbulkan keributan selama Ramadan, termasuk Sahur on the Road dan sweeping warung yang tetap buka siang hari.
- Pemerintah meyakini suasana Ramadan 2026 akan berlangsung kondusif dengan semangat saling menghormati antarumat beragama.
, JAKARTA – Sehari menjelang Ramadan 1446 Hijriah, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i memastikan tidak akan ada aksi penyisiran atau sweeping terhadap rumah makan yang tetap buka di siang hari selama bulan puasa. Penegasan ini disampaikan di tengah kekhawatiran sebagian pelaku usaha kuliner yang tiap tahun was-was menjelang Ramadan tiba.
“Tidak ada sweeping. Itu bentuk penghormatan bahwa selain yang berpuasa, masih ada yang tidak berpuasa,” ujar Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i kepada wartawan, dikutip Rabu (18/2/2026).
Namun Syafi’i juga mengingatkan adanya ekspektasi timbal balik. Mereka yang tidak berpuasa diminta untuk tetap menghormati umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.
“Namun bagi yang tidak berpuasa, ya memang tidak puasa, tetapi hormati dong orang yang puasa,” tambahnya.
Soal kemungkinan surat edaran resmi yang melarang sweeping, Syafi’i mengaku Kemenag tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkannya. Lagipula, ia menyebut belum ada wacana penerbitan surat edaran semacam itu dalam pembahasan internal kementerian jelang Ramadan tahun ini. Pemerintah, kata dia, optimistis suasana Ramadan 2026 akan berjalan kondusif.
Pernyataan Wamen Agama ini sejalan dengan sikap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang lebih dulu bersuara. Pramono secara tegas melarang sejumlah kegiatan yang berpotensi memicu keributan selama Ramadan, termasuk Sahur on the Road dan sweeping warung makan yang buka di siang hari.
“Ya pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Namun kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan. Pokoknya yang itu nggak,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Sabtu (14/2/2026).
Persoalan sweeping warung makan saat Ramadan memang bukan isu baru di Indonesia. Setiap tahun, ancaman aksi sepihak oleh kelompok-kelompok tertentu selalu membuat pelaku usaha kuliner, terutama yang bukan Muslim, dag-dig-dug memasuki bulan puasa. Tahun ini, pemerintah tampaknya ingin memotong kekhawatiran itu lebih awal.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: