TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Bank Indonesia Perkuat Kredit Pangan dan Strategi 4K untuk Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran 2026

Poin Penting (3)
  • Bank Indonesia memperkuat kredit pangan dan menjalankan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi kebijakan, untuk menekan potensi lonjakan inflasi selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
  • Inflasi Februari 2026 tercatat 4,76 persen secara tahunan, namun BI menilai kenaikan itu dipengaruhi efek perbandingan dasar, sementara inflasi inti tetap rendah dan kredit perbankan tumbuh 9,96 persen pada Januari 2026.
  • BI menggelontorkan insentif likuiditas makroprudensial senilai Rp 427,5 triliun ke perbankan untuk mendorong pembiayaan ke sektor pertanian, UMKM, dan industri prioritas guna menjaga stabilitas pasokan domestik.

Resolusi.co, Jakarta – Bank Indonesia bergerak lebih agresif dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Caranya, antara lain melalui penguatan penyaluran kredit ke sektor pangan, dengan tujuan memastikan pasokan tetap lancar di tengah lonjakan permintaan yang terjadi setiap tahun pada periode ini.

“Pengendalian inflasi diperkuat melalui koordinasi dari hulu hingga hilir,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dalam seminar bertajuk “Ramadan Tenang, Harga Terkendali: Optimalisasi Kredit Pangan untuk Stabilisasi Pasar” di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

BI menargetkan inflasi 2026 tetap berada dalam kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Angka itu dipandang realistis asalkan pengendalian harga pangan bergejolak, atau yang dikenal sebagai volatile food, berjalan konsisten.

Aida menyebut ada tiga jalur tekanan eksternal yang berpotensi mengganggu ekonomi domestik: kenaikan harga minyak dunia yang mendorong biaya produksi dan transportasi, gejolak nilai tukar akibat volatilitas pasar keuangan internasional, serta perlambatan perdagangan global yang dapat menekan pertumbuhan.

Untuk menghadapi tiga tekanan itu sekaligus, BI mengandalkan strategi 3K: kebijakan yang terintegrasi, koordinasi erat dengan pemerintah, serta komitmen hadir di pasar secara aktif guna meredam gejolak nilai tukar dan menjaga inflasi.

Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, fokus BI lebih spesifik lagi pada apa yang mereka sebut strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi kebijakan yang efektif ke masyarakat.

Dari sisi angka, ekonomi Indonesia masih berdiri cukup kokoh. Pertumbuhan triwulan IV 2025 tercatat 5,39 persen secara tahunan, ditopang konsumsi rumah tangga, lonjakan belanja di periode Hari Besar, dan pengeluaran pemerintah di awal tahun. Untuk sepanjang 2026, BI memproyeksikan pertumbuhan berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.

Inflasi Februari 2026 memang tercatat cukup tinggi, yakni 4,76 persen secara tahunan. Namun BI menilai angka itu sebagian besar dipengaruhi efek perbandingan dasar akibat diskon tarif listrik yang berlaku pada awal 2025. Inflasi inti sendiri dinilai masih rendah dan terkendali.

Angka 4,76 persen itu cukup untuk membuat siapa pun waspada, terutama ketika Ramadan tiba dan tekanan permintaan terhadap bahan makanan meningkat tajam dalam waktu singkat.

“Stabilitas inflasi juga memberikan ruang bagi sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan. Kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh 9,96 persen secara tahunan dan diprakirakan berada dalam kisaran 8 hingga 12 persen sepanjang 2026,” lanjutnya.

Untuk memperkuat daya dorong kredit ke sektor prioritas, BI mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Total insentif yang sudah diterima perbankan mencapai Rp 427,5 triliun hingga awal Februari 2026, dan diarahkan ke sektor pertanian, industri, konstruksi, jasa, serta UMKM.

Komitmen serupa datang dari perbankan. Direktur Mikro Bank Rakyat Indonesia, Akhmat Purwakajaya, menyatakan pihaknya siap memperkuat pembiayaan ke sektor pangan dan UMKM.

Ekonom senior CORE Indonesia, Hendri Saparini, menilai penguatan produksi domestik dan pembiayaan sektor pangan menjadi kunci agar tekanan musiman tidak menggerus daya beli masyarakat dan menghambat momentum pertumbuhan.

Koordinasi antarlembaga dijalankan melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah dan komoditas strategis. Direktur Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, memastikan penguatan pasokan terus berjalan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri terpenuhi.