Begini Cara Google Dapat Cuan dari Proyek Chromebook Kemendikbudristek

- Google memperoleh keuntungan dari program digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek melalui penjualan lisensi Chrome Device Management seharga US$38 per unit dengan diskon 20% untuk mitra
- Selain lisensi CDM, Google juga berpotensi mendapat untung dari penjualan sertifikasi guru berbayar dengan tiga tingkatan level, meskipun tidak semua sertifikasi dikenai biaya
- Dalam dakwaan jaksa, pembelian lisensi CDM senilai Rp621 miliar dinilai tidak memberikan manfaat dan menjadi salah satu penyebab kerugian negara dalam kasus pengadaan Chromebook
, Jakarta – Strategic Partner Manager Google for Education Ganis Samoedra Murharyono membuka selubung sumber keuntungan Google dalam proyek digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek. Perusahaan teknologi raksasa itu meraih untung dari dua pos utama.
Ganis menjelaskan bahwa keuntungan pertama Google berasal dari penjualan lisensi Chrome Device Management. Lisensi ini dijual dengan harga US$38 per unit.
Secara rinci, Google menjual lisensi CDM dengan harga tetap. Nilai tersebut kemudian dikalikan dengan jumlah unit yang dibeli dalam pengadaan.
“US$38 satu lisensi untuk satu unit. Kalau misalnya pengadaan totalnya 1,2 juta unit dikalikan US$38, itu keuntungan Google?” tanya jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
“Betul,” jawab Ganis.
Selain itu, Ganis juga membenarkan adanya potongan harga yang diberikan Google kepada mitra pembeli lisensi. Diskon tersebut mencapai 20 persen dari harga resmi.
“20 persen diskon partner. Artinya, misalnya prinsipal Acer, 20 persen dia dapat?” tanya jaksa.
“Acer atau tadi Binneka hanya membayar kepada kami 80 persen saja,” tutur Ganis.
Dengan skema ini, mitra seperti Acer atau Binneka cukup membayar 80 persen dari harga lisensi CDM kepada Google. Sisanya menjadi margin keuntungan bagi mitra.
Sumber keuntungan kedua Google berasal dari program sertifikasi guru. Ganis menyebut Google menawarkan beberapa tingkatan sertifikasi untuk tenaga pendidik.
Menurut dia, sertifikasi guru dari Google memiliki tiga level berbeda. Namun tidak semua sertifikasi tersebut dikenai biaya.
“Di Google sertifikasi guru ada tiga, yaitu level 1, level 2, dan level 3. Itu ada yang berbayar,” ujar Ganis.
“Google dapat untung lagi?” cecar jaksa.
“Iya, kalau ada yang mengambil, betul,” jawabnya.
Ganis tidak merinci secara detail berapa biaya untuk masing-masing level sertifikasi. Dia juga tidak menyebutkan berapa banyak guru yang mengikuti sertifikasi berbayar dalam program digitalisasi Kemendikbudristek.
Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum tidak mengungkapkan total keuntungan yang diperoleh Google dari kedua pos tersebut. Namun dalam dakwaan, kerugian negara disebut mencapai ratusan miliar rupiah.
Jaksa menyebutkan bahwa pembelian lisensi CDM senilai Rp621 miliar dinilai tidak memberikan manfaat bagi program digitalisasi pendidikan. Nilai ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kerugian negara dalam kasus pengadaan Chromebook.
Kasus ini melibatkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sebagai terdakwa. Sidang masih berlangsung dengan mendengarkan keterangan sejumlah saksi.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: