TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Danrem 011/Lilawangsa Bantah Tudingan Perampasan Bantuan Bencana di Aceh

Poin Penting (3)
  • Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran membantah tudingan perampasan bantuan bencana oleh TNI dan menegaskan prajurit hanya mengamankan logistik untuk distribusi yang tertib dan adil.
  • Pengamanan bantuan dilakukan atas perintah Menko Polhukam dan BNPB, dengan pendataan ketat serta melibatkan aparatur desa, camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
  • TNI memastikan bantuan disalurkan merata ke 12 kabupaten/kota terdampak di Aceh, sekaligus mencegah penyelewengan dan insiden pembegalan bantuan.

Resolusi.co, Lhokseumawe – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran membantah keras tudingan adanya perampasan bantuan bencana oleh prajurit TNI di Aceh. Ia menegaskan, TNI justru bertugas mengamankan bantuan agar pendistribusiannya tepat sasaran kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.

“Saya Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, membantah keras atas tuduhan kepada anggota TNI merampas bantuan. Itu tidak benar,” ujar Ali Imran di Lhokseumawe, Minggu (14/12), seperti dikutip dari Antara.

Ali Imran menjelaskan, pengamanan bantuan dilakukan berdasarkan perintah Menko Polhukam dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan logistik yang tiba di pelabuhan diamankan dan dibawa ke Markas Korem 011/Lilawangsa yang telah ditetapkan sebagai posko bencana terpadu.

“TNI hanya menjalankan tugas membantu memindahkan bantuan dari pelabuhan ke posko terpadu yang dipimpin BNPB. Selanjutnya bantuan didistribusikan ke wilayah terdampak,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh proses pengambilan dan pendistribusian bantuan dilakukan secara tercatat dan diawasi bersama aparatur pemerintah setempat, mulai dari keuchik, camat, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas.

Langkah tersebut, lanjut Ali Imran, bertujuan memastikan distribusi bantuan berjalan adil dan merata. Dengan pendataan yang jelas, dapat diketahui desa mana yang telah menerima bantuan dan desa mana yang belum tersentuh.

“Jangan sampai ada desa yang belum dapat bantuan, sementara desa lain menerima berulang kali. Itu yang kami atur supaya jelas,” ujarnya.

Ali Imran menegaskan, sejak bencana melanda Aceh pada akhir November lalu, jajaran TNI terus bekerja membantu masyarakat, baik dalam masa tanggap darurat maupun penanganan pascabencana menuju pemulihan.

“Saya orang Aceh. Tidak mungkin saya merampas bantuan untuk masyarakat saya sendiri. Saya sudah tiga minggu jungkir balik membantu penanganan bencana ini,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan bagi seluruh wilayah terdampak di 12 kabupaten/kota dalam wilayah kerja Korem 011/Lilawangsa, termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Distribusi ke daerah-daerah tersebut masih dilakukan secara estafet melalui jalur darat.

Bahkan, Ali Imran mengaku telah memerintahkan Dandim Aceh Utara untuk memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau wilayah terpencil hingga kilometer 42.

Selain itu, ia menyinggung adanya insiden pembegalan terhadap kapal pengangkut bantuan beberapa waktu lalu di tengah laut. Kejadian tersebut menjadi alasan kuat perlunya pengamanan ketat agar bantuan tidak disalahgunakan.

“Supaya jelas siapa yang mengambil dan tidak ada fitnah. Kejadian kemarin itu tidak boleh terulang,” pungkasnya.