Gunung Semeru Erupsi Selasa Pagi, Semburkan Kolom Abu 700 Meter

- Gunung Semeru erupsi Selasa pagi 30 Desember 2025 pukul 06.50 WIB dengan kolom abu 700 meter berwarna putih-kelabu mengarah ke timur laut, terekam amplitudo 21 mm selama 97 detik.
- Status Gunung Semeru masih Level III (Siaga) dengan potensi bahaya awan panas, banjir lahar dingin, dan guguran lava terutama saat hujan di kawasan puncak.
- Warga dilarang beraktivitas dalam radius 17 km dari puncak dan 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar.
, LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi pada Selasa (30/12/2025) pagi, disertai semburan abu vulkanik tebal yang membumbung tinggi ke udara.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, letusan terjadi pada pukul 06.50 WIB. Tinggi kolom abu terpantau mencapai sekitar 700 meter di atas puncak gunung.
Petugas PVMBG Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyebutkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan mengarah ke timur laut.
“Aktivitas erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi sekitar 97 detik,” kata Sigit.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak langsung dari erupsi tersebut terhadap permukiman warga. Meski begitu, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Seiring meningkatnya aktivitas vulkanik, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi bahaya yang dapat terjadi meliputi awan panas guguran hingga banjir lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.
PVMBG menegaskan agar warga tidak beraktivitas dalam radius 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi kawasan sepanjang aliran sungai yang berpotensi dilalui lahar.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak,” ujar Sigit.
Warga di sekitar lereng gunung diminta tetap waspada dan mematuhi rekomendasi keselamatan dari petugas.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: