Hujan Deras Sejak Sore Picu Banjir di Kawasan Pasar Cermee Bondowoso

- Hujan sejak 14.00 WIB picu banjir di Pasar Cermee: Air setinggi paha dewasa genangi kawasan pasar dan rumah warga, diperparah luapan sungai dari wilayah hulu.
- Drainase buruk perparah genangan, warga selamatkan barang: Sistem drainase tidak mampu alirkan air dengan baik, warga sibuk evakuasi barang berharga dan perkakas rumah.
- Banjir terparah dalam beberapa waktu terakhir: Pengendara motor kesulitan melintas butuh bantuan warga, terakhir banjir 4 Desember 2025 tapi tidak separah ini, warga minta normalisasi drainase.
, BONDOWOSO – Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Kabupaten Bondowoso sejak Minggu (11/1/2026) sore mengakibatkan banjir di kawasan Pasar Cermee. Genangan air meluas di area pasar dan permukiman warga sekitar akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Salah seorang warga Desa Cermee, Ahmad Rifa’i, mengatakan banjir terjadi akibat hujan yang turun tanpa henti sejak sekitar pukul 14.00 WIB hingga malam hari. Kondisi tersebut diperparah oleh luapan sungai dari wilayah hulu yang ikut menambah volume air.
“Selain hujan deras berjam-jam, air juga datang dari sungai di bagian atas yang meluap,” ujar Rifa’i, Minggu (11/1)
Menurutnya, buruknya sistem drainase di sekitar kawasan pasar turut memperparah genangan. Air yang tidak mengalir dengan baik menyebabkan banjir terus meninggi hingga mencapai ketinggian paha orang dewasa.
“Air sudah masuk ke rumah-rumah warga. Saat ini warga sibuk menyelamatkan barang-barang berharga dan perkakas rumah,” tuturnya.
Banjir juga mengganggu aktivitas pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Kondisi genangan yang cukup tinggi membuat pengendara motor kesulitan melewati kawasan pasar.
“Kondisi ini sangat menghambat pengendara yang melintas. Banyak motor dibantu warga agar bisa lewat,” katanya.
Rifa’i berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menangani persoalan tersebut, terutama dengan melakukan normalisasi saluran air agar kejadian serupa tidak terulang. Harapannya ke depan selokan dan drainase bisa dinormalisasi supaya banjir tidak terjadi lagi.
Ia menambahkan, banjir kali ini termasuk yang terparah dalam beberapa waktu terakhir. Terakhir banjir terjadi pada 4 Desember tahun lalu, namun tidak separah kondisi saat ini.
“Terakhir banjir terjadi 4 Desember tahun lalu, tapi tidak separah sekarang,” pungkas Rifa’i.
Sistem drainase yang buruk di kawasan Pasar Cermee menjadi salah satu faktor utama genangan air yang tidak kunjung surut. Ditambah dengan curah hujan tinggi dan luapan sungai dari hulu, membuat air terus menggenang di area permukiman warga.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: