TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Jababeka Resmikan Pabrik Mini LNG di Pasuruan, Investasi US$16,9 Juta

Poin Penting (3)
  • Jababeka lewat anak usaha PT Likuid Nusantara Gas resmikan pabrik mini LNG pertama di Jawa yang dikelola swasta dengan investasi US$16,9 juta di Pasuruan
  • Pabrik berdiri di lahan 1 hektare dengan kapasitas awal 2,5 MMSCFD per hari, targetkan ekspansi jadi 4 MMSCFD per hari pada paruh kedua 2027
  • Struktur kepemilikan 60 persen PT Jababeka Infrastruktur, masing-masing 20 persen PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan

Resolusi.co, Pasuruan – PT Jababeka Tbk lewat anak usahanya PT Likuid Nusantara Gas resmi mengoperasikan pabrik mini LNG di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang, Jawa Timur, Rabu 11 Februari 2026. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung meresmikan fasilitas senilai US$16,9 juta itu dengan menekan tombol sirine.

Proyek ini dikembangkan melalui skema kemitraan dengan struktur kepemilikan 60 persen PT Jababeka Infrastruktur, masing-masing 20 persen PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan.

“Pada akhirnya akan terjadi efisiensi dan dalam jangka panjang masyarakat bisa mendapatkan energi yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Yuliot.

Yuliot menyebut kilang ini sebagai fasilitas mini LNG pertama di Pulau Jawa yang diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik. Fasilitas ini akan melayani industri, pembangkit listrik, dan bahkan distribusi lintas wilayah.

Duta Besar Argentina untuk Indonesia Gustavo Ricardo Coppa menilai proyek ini sebagai wujud kolaborasi teknologi Indonesia dan Argentina melalui Galileo Technologies. Ia melihat fasilitas tersebut sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan energi di negara kepulauan.

Wakil Direktur Utama Jababeka Budianto Liman mengatakan kehadiran pabrik mini LNG memperkuat portofolio bisnis infrastruktur perseroan yang bersifat berulang. Ini juga menjadi pabrik mini LNG pertama yang dikelola swasta di Pulau Jawa.

Pabrik yang berdiri di atas lahan sekitar 1 hektare itu berfungsi sebagai pusat pengolahan sekaligus distribusi LNG. Kapasitas produksi awal 2,5 MMSCFD per hari dengan potensi ekspansi hingga 4 MMSCFD per hari.

CEO PT Likuid Nusantara Gas Wira Rahardja mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan pelaku usaha yang ingin beralih ke energi lebih rendah emisi.

Distribusi LNG saat ini didukung armada iso tank berukuran 20 dan 40 kaki untuk melayani pelanggan ritel maupun distributor. Sejumlah konsumen telah merasakan efisiensi biaya setelah beralih ke LNG, termasuk PGN Gagas.

Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas produksi menjadi 4 MMSCFD per hari melalui penambahan dua unit mesin pengolahan LNG pada paruh kedua 2027.

“Dengan kapasitas yang lebih besar, kami optimistis dapat menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memperkuat peran kami dalam mendukung transisi energi di sektor industri,” ujar Wira.

Ekspansi tersebut ditujukan untuk memenuhi permintaan energi industri yang terus meningkat, khususnya di Jawa Timur, Bali, dan wilayah sekitarnya.