Kemenhaj RI Pastikan Persiapan Haji 2026 Masih On Schedule di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan persiapan haji 2026 masih on schedule dan belum ada perubahan, berdasarkan komunikasi aktif dengan Kementerian Haji Arab Saudi yang juga menyatakan persiapan berjalan baik.
- Kemenhaj menyiapkan skenario cadangan menghadapi kemungkinan terburuk jika konflik di Timur Tengah terus memburuk, termasuk opsi pengalihan rute, meski belum ada keputusan perubahan yang resmi ditetapkan.
- Pernyataan ini disampaikan di tengah situasi Selat Hormuz yang masih lumpuh pasca serangan AS-Israel ke Iran, menjadikan kepastian penyelenggaraan haji sebagai perhatian jutaan calon jemaah Indonesia.
, JAKARTA – Di tengah eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang terus memanas menyusul serangan AS dan Israel ke Iran, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 belum terpengaruh dan masih berjalan sesuai rencana.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan hal itu secara langsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
“Sampai hari ini kita persiapan tetap jalan. Teman-teman Saudi, Kementerian Haji Saudi juga berkomunikasi bahwa persiapan kita bagus. Mereka di sana juga menyiapkan semuanya dengan bagus,” kata Gus Irfan.
Ia menyebut kondisi di Tanah Suci masih kondusif, dan koordinasi dengan pihak Arab Saudi berjalan normal. Berdasarkan komunikasi terakhir antara kedua kementerian, tidak ada perubahan jadwal maupun mekanisme pelaksanaan hingga saat ini.
“Hari ini masih on schedule. Belum ada perubahan. Alhamdulillah, mudah-mudahan ini terus berjalan,” ujarnya.
Meski demikian, Gus Irfan mengakui bahwa Kemenhaj tidak menutup mata terhadap kemungkinan terburuk. Pihaknya tengah menyiapkan sejumlah skenario cadangan seandainya situasi di kawasan Timur Tengah memburuk lebih jauh, termasuk kemungkinan pengalihan rute maupun penundaan keberangkatan. Skenario-skenario itu dipersiapkan sebagai langkah antisipasi, bukan sebagai keputusan yang sudah diambil.
“Jadi sampai hari ini, kita asumsikan semuanya berjalan dengan baik. Situasi di sana juga akan membaik. Asumsi sampai hari ini,” tegasnya.
Pernyataan Gus Irfan ini muncul dalam konteks yang sensitif. Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran vital masih lumpuh sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, dan ketegangan di kawasan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Arab Saudi sendiri secara geografis tidak langsung terdampak serangan, namun kestabilan kawasan secara keseluruhan tetap menjadi variabel yang tidak bisa diabaikan dalam perencanaan ibadah massal yang melibatkan jutaan orang dari seluruh dunia.
Gus Irfan menutup pernyataannya dengan harapan yang bernada keagamaan, meminta agar momentum Ramadan dan Idul Fitri tahun ini menjadi jembatan menuju perdamaian.
“Kita berdoa mudah-mudahan Ramadan Idul Fitri ini akan membawa kedamaian kepada kita semuanya,” ucapnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: