TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Korban Banjir dan Longsor di Sumatra Tembus 940 Jiwa, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional

Poin Penting (3)
  • Korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 940 orang meninggal, 276 hilang, dan 5.000 luka-luka, disertai kerusakan ratusan fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, dan jembatan.
  • Pemerintah pusat belum menetapkan status bencana nasional, meski dampak bencana sangat besar dan terus meluas.
  • Presiden Prabowo memerintahkan percepatan pemulihan, mulai dari penyalaan listrik, pembukaan akses jalan dan jembatan darurat, hingga memastikan pasokan BBM dan logistik di seluruh wilayah terdampak.

Resolusi.co, Jumlah korban akibat banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra-Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Berdasarkan pembaruan data BNPB per Minggu (7/12) pukul 16.13 WIB, tercatat 940 orang meninggal dunia akibat bencana ekologis tersebut.

Data yang dirilis melalui laman gis.bnpb.go.id menunjukkan Aceh menjadi provinsi dengan korban jiwa terbanyak, yakni 382 orang, disusul Sumatera Utara 330 orang, dan Sumatera Barat 228 orang. Selain itu, masih ada 276 warga dinyatakan hilang, sementara 5.000 orang mengalami luka-luka di tiga provinsi tersebut.

Kerusakan infrastruktur juga tidak sedikit. BNPB mencatat 655 fasilitas umum, 72 fasilitas kesehatan, 383 fasilitas pendidikan, 200 rumah ibadah, 29 gedung perkantoran, serta 64 jembatan mengalami kerusakan akibat bencana yang berlangsung sejak akhir November.

Meski korban terus bertambah dan kerugian material semakin meluas, hingga kini pemerintah pusat belum menetapkan status bencana nasional.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, untuk membahas percepatan penanganan bencana. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Prabowo menegaskan beberapa instruksi penting.

Pertama, pemulihan aliran listrik di seluruh wilayah terdampak harus tuntas secepat mungkin. Di Sumatera Barat, suplai listrik disebut hampir pulih sepenuhnya. Namun di Sumatera Utara, khususnya wilayah Langkat dan Tapanuli, serta beberapa titik di Aceh, masih terdapat daerah yang gelap gulita. “Presiden memerintahkan paling lambat besok malam, listrik harus sudah menyala seluruhnya,” ujar Teddy.

Kedua, seluruh akses jalan darat dan jembatan darurat harus segera dibuka agar bantuan dapat masuk tanpa hambatan. Ketiga, pasokan BBM dan kebutuhan logistik tidak boleh tersendat karena menyangkut kebutuhan hidup para penyintas.

Teddy menambahkan, Presiden Prabowo terus memantau situasi lapangan dan memastikan kesiapan untuk kembali meninjau daerah terdampak. “Secara khusus, Bapak Presiden memberikan instruksi untuk mempercepat pemulihan di daerah-daerah yang masih terputus jalur daratnya, seperti Takengon dan Bener Meriah. Jalur ini harus segera tersambung,” tegasnya.