TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Liverpool Geser MU dari Tahta Klub Terkaya Inggris, Real Madrid Jauh di Puncak

Poin Penting (3)
  • Real Madrid memecahkan rekor pendapatan klub sepak bola dengan meraih 1,16 miliar euro atau Rp22,91 triliun pada 2025, ditopang segmen komersial yang naik 23 persen.
  • Liverpool untuk pertama kalinya menjadi klub terkaya di Inggris dengan pendapatan 836,1 juta euro, melampaui Manchester City dan Manchester United.
  • Manchester United terperosok ke posisi delapan dengan pendapatan broadcasting anjlok 52 juta euro menjadi 206 juta euro, akibat prestasi buruk di berbagai kompetisi.

Resolusi.co, Jakarta – Real Madrid kembali membuktikan dominasinya sebagai raksasa bisnis sepak bola dunia. Deloitte Football Money League 2026 mencatat Los Blancos meraup pendapatan fantastis 1,16 miliar euro atau setara Rp22,91 triliun sepanjang 2025. Angka itu sekaligus memecahkan rekor pendapatan tertinggi klub sepak bola yang pernah ada.

Laporan yang dirilis Kamis (22/1/2026) itu juga mengungkap Real Madrid tetap menjadi satu-satunya tim yang pendapatannya melampaui 1 miliar euro, posisi yang sudah digenggamnya sejak 2024. Pertumbuhan pendapatan mencapai 11 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Segmen komersial menjadi mesin utama pertumbuhan. Real Madrid mengantongi 594 juta euro dari sektor ini, naik 23 persen dari tahun lalu. Pendapatan broadcasting juga tumbuh menjadi 335 juta euro. Hanya segmen matchday yang turun tipis ke 233 juta euro.

“Kesuksesan segmen komersial Real Madrid dipicu penjualan merchandise yang laris dan masuknya mitra bisnis baru,” ungkap Lead Partner Deloitte Football Money League, Timothy Bridge.

Dia menjelaskan segmen broadcasting banyak klub mengalami lonjakan berkat keikutsertaan di FIFA Club World Cup 2025. Real Madrid termasuk yang diuntungkan karena melaju hingga semifinal kompetisi itu.

Soal penurunan matchday, Timothy menyebut itu lebih karena berkurangnya penjualan Personal Seat Licenses. Meski turun 6 persen, nilai nominalnya masih tergolong besar dibandingkan klub lain.

Barcelona menduduki peringkat kedua dengan pendapatan 974,8 juta euro. Lompatan Blaugrana cukup dramatis dari posisi enam tahun lalu. Kenaikan mencapai 27 persen dari 765 juta euro yang tercatat pada 2024.

Yang menarik, lonjakan pendapatan Barcelona justru datang dari penjualan Personal Seat Licenses yang baru dibuka setelah renovasi Spotify Camp Nou selesai medio November 2025. Padahal, stadion itu baru beroperasi kembali dalam waktu singkat.

Bayern Munchen ada di posisi ketiga dengan 860,6 juta euro. Konsistensi raksasa Jerman itu tampak dari tahun ke tahun, meski tidak pernah menyentuh angka 1 miliar euro seperti Real Madrid.

Paris Saint-Germain menempati urutan keempat dengan 837 juta euro, naik 4 persen dari periode sebelumnya. Trofi Liga Champions UEFA yang mereka raih akhirnya membuahkan hasil komersial yang menguntungkan.

“Kesuksesan PSG di lapangan ikut mendongkrak nilai jualnya sebagai merek. Kerja sama dengan Air Jordan menjadi contoh bagaimana klub itu merambah lanskap kultur pop global,” kata Timothy.

Kejutan besar datang dari Liverpool yang naik ke peringkat lima dengan pendapatan 836,1 juta euro. Pertumbuhannya mencapai 17 persen, hanya selisih tipis di bawah PSG.

Ini pertama kalinya Liverpool menjadi klub terkaya di Inggris. Selama ini, The Reds selalu tertinggal dari duo Manchester dalam hal pendapatan komersial.

Manchester City tergeser ke posisi enam dengan pendapatan 829,3 juta euro, turun 1 persen dari tahun lalu. Ini mengakhiri dominasi City yang selama lima tahun terakhir konsisten berada di dua besar.

Penurunan pendapatan The Citizens dipicu hasil buruk di lapangan. Mereka hanya finis ketiga di Premier League dan tersingkir lebih cepat di Liga Champions UEFA.

“Segmen broadcasting Man City anjlok karena performa di kompetisi. Sementara segmen lain stagnan, sehingga wajar jika mereka kehilangan posisi puncak,” tambah Timothy.

Empat besar sisanya disapu bersih klub Premier League. Arsenal di urutan tujuh dengan 821,7 juta euro. Manchester United mengikuti di posisi delapan dengan 793,1 juta euro. Tottenham Hotspur dan Chelsea melengkapi sepuluh besar dengan masing-masing 672,6 juta euro dan 584,1 juta euro.

MU menjadi sorotan karena mengalami kemerosotan paling parah. Setan Merah terbiasa berada di peringkat empat atau lima selama lima tahun terakhir.

“Peringkat delapan adalah yang paling rendah buat MU dalam sejarah Deloitte Football Money League. Pendapatan matchday dan komersial mereka memang naik, tapi broadcasting anjlok 52 juta euro menjadi cuma 206 juta euro,” jelas Timothy.

Inkonsistensi prestasi MU di berbagai kompetisi membuat pendapatan dari hak siar mereka ambruk. Itu berbanding terbalik dengan Liverpool yang justru sedang menikmati hasil kerja keras di lapangan maupun di meja bisnis.