Mobil Rental Digadai Rp50 Juta, Keluarga Mempelai Wanita Jaminkan Sertifikat Tanah

- Mbah Tarman (74) menggadaikan mobil rental kepada tetangganya senilai Rp50 juta, lalu mobil tersebut ditarik kembali oleh pemilik rental dari Ponorogo tanpa menempuh jalur hukum.
- Dari uang gadai itu, sekitar Rp30 juta dibagikan kepada tamu undangan resepsi pernikahan, masing-masing Rp100 ribu, yang membuat warga dan keluarga mempelai wanita sempat percaya.
- Setelah mobil diambil, pihak keluarga mempelai wanita menjaminkan sertifikat tanah kepada pemberi uang gadai sebagai bentuk tanggung jawab.
, Jakarta – Kepolisian mengungkap fakta di balik kasus Mbah Tarman (74) yang menggadaikan mobil rental kepada tetangganya dengan nilai Rp50 juta. Mobil tersebut belakangan diambil kembali oleh pemilik rental, sementara pihak keluarga mempelai wanita harus menanggung konsekuensi dengan menjaminkan sertifikat tanah.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menjelaskan, uang Rp50 juta yang diterima Mbah Tarman berasal dari tetangga Shela Arika, mempelai wanita. Ketika mobil ditarik oleh pemilik rental, pemberi dana tidak menerima kondisi tersebut dan menuntut jaminan.
“Setelah mobil diambil oleh pemilik rental, pemberi uang gadai tidak terima. Akhirnya dari pihak keluarga mempelai wanita yang bertanggung jawab dengan menjaminkan sertifikat tanah sebagai jaminan,” kata Ayub kepada detikJatim, Minggu (14/12/2025).
Dari hasil penyelidikan, polisi juga menemukan fakta bahwa sebagian uang gadai tersebut digunakan Mbah Tarman untuk dibagikan kepada para tamu undangan. Total sekitar Rp30 juta dibagikan kepada warga yang hadir dalam resepsi pernikahan, masing-masing sebesar Rp100 ribu.
“Uang itu dibagikan kepada warga saat resepsi. Fakta ini yang kemudian membuat warga dan keluarga mempelai wanita percaya, termasuk terhadap cek Rp3 miliar yang ternyata palsu dan tidak bisa dicairkan,” ujar Ayub.
Dua hari setelah prosesi pernikahan berlangsung, pihak perusahaan rental asal Ponorogo mendatangi Mbah Tarman untuk menanyakan mobil Avanza Veloz yang disewanya. Pihak rental memilih tidak menempuh jalur hukum dan hanya meminta kendaraan tersebut dikembalikan.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik setelah terungkap bahwa rangkaian peristiwa tersebut bermula dari penggadaian mobil rental yang digunakan untuk membiayai resepsi pernikahan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: