OJK Susun Langkah Strategis Kurangi Ketergantungan Modal Asing di Pasar Saham Indonesia

- OJK menyusun strategi untuk memperkuat peran investor domestik dan mengurangi ketergantungan pada investor asing di pasar saham RI.
- Penurunan partisipasi institusi dalam negeri menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kebijakan ini.
- OJK menilai kolaborasi lintas institusi diperlukan untuk memperkuat basis investasi lokal sekaligus memperdalam pasar modal nasional.
, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah merumuskan sejumlah strategi untuk mengurangi dominasi modal asing di pasar saham Indonesia. Upaya ini dilatarbelakangi oleh menurunnya peran investor institusi domestik di bursa dan tingginya kontribusi aliran modal luar negeri saat ini.
OJK melihat pentingnya menyeimbangkan partisipasi investor dalam negeri agar pasar modal lebih tangguh terhadap tekanan eksternal dan tidak terlalu bergantung pada keputusan pelaku asing.
Dalam pertemuan internal dengan berbagai pemangku kepentingan sektor keuangan, OJK menilai perlu strategi menyeluruh yang bisa mendorong aliran dana domestik masuk ke instrumen ekuitas serta memperkuat basis investasi dalam negeri.
OJK mencatat bahwa partisipasi investor lokal, terutama institusi, turun dalam beberapa waktu terakhir. Penurunan ini mendorong lembaga untuk meninjau kebijakan dan inisiatif yang ada saat ini.
Pihak otoritas juga menekankan sinergi dengan kementerian/lembaga terkait agar upaya meningkatkan keterlibatan investor domestik lebih efektif.
“Kita perlu langkah konkret menguatkan peran investor domestik sehingga ketergantungan terhadap modal asing bisa berkurang,” ujar pejabat OJK dalam diskusi internal terkait arah kebijakan pasar modal nasional.
Dalam rencana strategis tersebut, OJK mempertimbangkan sejumlah insentif dan mekanisme untuk meningkatkan likuiditas dari investor domestik, termasuk dukungan bagi manajer investasi dan lembaga keuangan lokal.
OJK menegaskan bahwa langkah-langkah ini juga ditujukan untuk memperdalam pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor Indonesia terhadap instrumen pasar modal domestik.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: