Sisa Dana IPO Bukalapak Capai Rp4,28 Triliun, Mayoritas Belum Terpakai

- Bukalapak masih menyimpan dana IPO Rp4,28 triliun dari total dana bersih Rp21,32 triliun hingga akhir 2025
- Realisasi penggunaan dana IPO mencapai Rp17,04 triliun, naik Rp4,29 triliun dari pertengahan 2025
- Dana terbesar dialokasikan untuk modal kerja Bukalapak (Rp7,61 triliun) dan pengembangan usaha (Rp8,09 triliun)
, JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk mencatat masih memiliki sisa dana hasil penawaran saham perdana (IPO) senilai Rp4,28 triliun sampai dengan 31 Desember 2025. Angka ini menunjukkan masih ada sebagian besar dana IPO yang belum direalisasikan untuk berbagai rencana pengembangan bisnis.
Perusahaan e-commerce berkode saham BUKA ini sebelumnya memperoleh dana bersih dari IPO sebesar Rp21,32 triliun. Bukalapak resmi mendapat persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melantai di bursa pada 6 Agustus 2021.
Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO, Bukalapak telah menggunakan Rp17,04 triliun hingga akhir 2025. Realisasi ini meningkat Rp4,29 triliun dibandingkan posisi pertengahan tahun lalu yang tercatat Rp12,74 triliun.
Dana IPO tersebut dialokasikan untuk beberapa pos utama. Alokasi terbesar digunakan untuk modal kerja Bukalapak sendiri mencapai Rp7,61 triliun.
Selain itu, modal kerja PT Buka Mitra Indonesia mendapat alokasi Rp1,22 triliun. Sedangkan PT Buka Usaha Indonesia memperoleh dana Rp16,96 miliar.
Entitas anak lainnya juga mendapat jatah dana IPO. PT Buka Pengadaan Indonesia menerima Rp35,61 miliar, Bukalapak Pte. Ltd. sebesar Rp1,05 miliar, dan PT Five Jack mendapat Rp26,2 miliar.
Pos alokasi terakhir adalah untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha perseroan serta modal kerja entitas anak lainnya yang belum disebutkan sebelumnya. Pos ini mencatat realisasi Rp8,09 triliun, melonjak dari sebelumnya Rp4,4 triliun pada pertengahan 2025.
Dari total realisasi tersebut, Bukalapak kini masih mengantongi sisa dana IPO sebesar Rp4,28 triliun yang belum digunakan. Pos rencana penggunaan dengan sisa alokasi terbesar meliputi modal kerja perseroan, modal kerja PT Buka Mitra Indonesia, serta pengembangan bisnis lainnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: