Paradise Property Proyeksikan Pendapatan Tumbuh 5-10 Persen di 2026

- INPP menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi 5–10 persen di 2026, ditopang oleh penjualan Antasari Place Tower 1 dan operasional 23 Semarang Shopping Center.
- Perseroan mengalokasikan capex Rp400 miliar untuk ekspansi (78%) dan operasional (22%), dengan pendanaan 70% dari kredit dan 30% dana internal.
- INPP menargetkan recurring income mencapai 75% dari total pendapatan konsolidasi tahun ini, terutama dari segmen komersial dan perhotelan yang masing-masing berkontribusi 38%.
, JAKARTA – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) memasang target pertumbuhan pendapatan konsolidasi 5 hingga 10 persen tahun ini. Ambisi tersebut ditopang oleh dua proyek andalan: Antasari Place Tower 1 dan 23 Semarang Shopping Center.
CEO Paradise Indonesia Anthony P. Susilo mengatakan penjualan unit residensial di Antasari Place masih terus berlangsung. Sementara pusat perbelanjaan di Semarang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester pertama 2026.
“Target kami untuk pendapatan konsolidasi tahun ini di kisaran 5 sampai 10 persen,” kata Anthony, Sabtu (31/1).
Selain memanfaatkan momentum dari dua proyek itu, INPP juga berencana merambah pasar baru. Perusahaan akan menggarap konsep properti low-density lifestyle di Balikpapan sebagai bentuk diversifikasi segmen.
Untuk mendukung strategi tersebut, INPP mengalokasikan belanja modal senilai Rp400 miliar tahun ini. Sebagian besar dana akan digunakan untuk ekspansi aset, sisanya untuk pemeliharaan properti yang sudah ada.
Rinciannya, 78 persen untuk ekspansi dan 22 persen untuk operasional. Sumber pendanaan berasal dari pinjaman bank 70 persen, sisanya dari kas internal.
Berdasarkan jenis asetnya, capex dialokasikan untuk segmen komersial 69 persen, penjualan properti 21 persen, dan perhotelan 10 persen.
Anthony menambahkan perseroan sedang menjalankan transformasi portofolio sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya agar recurring income mencapai 75 persen dari total pendapatan konsolidasi pada 2026.
“Kami terus memperkuat struktur pendapatan dengan menjaga porsi recurring income di sekitar 70 persen,” jelasnya.
Strategi tersebut diwujudkan lewat pembangunan aset-aset penghasil pendapatan rutin di sektor perhotelan dan komersial. Komposisi seperti ini dinilai mampu meningkatkan visibilitas arus kas sekaligus menstabilkan kinerja keuangan.
Meski fokus pada aset yang sudah berjalan, perusahaan tetap membuka ruang untuk ekspansi. Setiap pengembangan proyek baru dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan dinamika industri.
“Tahun ini kami akan fokus pada improvement. Capex untuk aset akan diintensifkan,” ujar Anthony.
Direktur INPP, Surina, memperkirakan kontributor utama kinerja tahun ini datang dari segmen komersial dan perhotelan, masing-masing 38 persen. Sisanya, 24 persen berasal dari penjualan properti.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: