TODAY'S RECAP
Bea Cukai Bungkam soal Nama Pejabat Penerima Suap Blueray, Total Aliran Dana Capai Rp61,3 MiliarGelombang PHK Belum Mereda, 20 Ribu Pekerja Terancam Terdampak Sebelum Akhir 2026Kabupaten Sumenep Raih Penghargaan East Java Maritime Awards 2026 atas Kebijakan Transportasi LautJemaah Haji Indonesia Hilang Enam Hari di Makkah, PPIH dan Polisi Saudi Lakukan Pencarian IntensifBea Cukai Bungkam soal Nama Pejabat Penerima Suap Blueray, Total Aliran Dana Capai Rp61,3 MiliarGelombang PHK Belum Mereda, 20 Ribu Pekerja Terancam Terdampak Sebelum Akhir 2026Kabupaten Sumenep Raih Penghargaan East Java Maritime Awards 2026 atas Kebijakan Transportasi LautJemaah Haji Indonesia Hilang Enam Hari di Makkah, PPIH dan Polisi Saudi Lakukan Pencarian IntensifBea Cukai Bungkam soal Nama Pejabat Penerima Suap Blueray, Total Aliran Dana Capai Rp61,3 MiliarGelombang PHK Belum Mereda, 20 Ribu Pekerja Terancam Terdampak Sebelum Akhir 2026Kabupaten Sumenep Raih Penghargaan East Java Maritime Awards 2026 atas Kebijakan Transportasi LautJemaah Haji Indonesia Hilang Enam Hari di Makkah, PPIH dan Polisi Saudi Lakukan Pencarian IntensifBea Cukai Bungkam soal Nama Pejabat Penerima Suap Blueray, Total Aliran Dana Capai Rp61,3 MiliarGelombang PHK Belum Mereda, 20 Ribu Pekerja Terancam Terdampak Sebelum Akhir 2026Kabupaten Sumenep Raih Penghargaan East Java Maritime Awards 2026 atas Kebijakan Transportasi LautJemaah Haji Indonesia Hilang Enam Hari di Makkah, PPIH dan Polisi Saudi Lakukan Pencarian Intensif

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

21 Mei 2026
TODAY'S RECAP
Bea Cukai Bungkam soal Nama Pejabat Penerima Suap Blueray, Total Aliran Dana Capai Rp61,3 Miliar Gelombang PHK Belum Mereda, 20 Ribu Pekerja Terancam Terdampak Sebelum Akhir 2026 Kabupaten Sumenep Raih Penghargaan East Java Maritime Awards 2026 atas Kebijakan Transportasi Laut Jemaah Haji Indonesia Hilang Enam Hari di Makkah, PPIH dan Polisi Saudi Lakukan Pencarian Intensif Laba Bersih Indonesia Eximbank Melonjak 81% pada Triwulan I/2026, Capai Rp77 Miliar Enam Hari Lagi Wukuf di Arafah, Ini yang Paling Dikhawatirkan Pemerintah soal Puncak Haji Dipuji Prabowo di Depan DPR, PDIP Jawab Santai: Memang Sudah Seharusnya Kami di Sini Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Naik 12 Persen Jelang Iduladha, Tembus Rp80.000 per Kilogram Bea Cukai Bungkam soal Nama Pejabat Penerima Suap Blueray, Total Aliran Dana Capai Rp61,3 Miliar Gelombang PHK Belum Mereda, 20 Ribu Pekerja Terancam Terdampak Sebelum Akhir 2026 Kabupaten Sumenep Raih Penghargaan East Java Maritime Awards 2026 atas Kebijakan Transportasi Laut Jemaah Haji Indonesia Hilang Enam Hari di Makkah, PPIH dan Polisi Saudi Lakukan Pencarian Intensif Laba Bersih Indonesia Eximbank Melonjak 81% pada Triwulan I/2026, Capai Rp77 Miliar Enam Hari Lagi Wukuf di Arafah, Ini yang Paling Dikhawatirkan Pemerintah soal Puncak Haji Dipuji Prabowo di Depan DPR, PDIP Jawab Santai: Memang Sudah Seharusnya Kami di Sini Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Naik 12 Persen Jelang Iduladha, Tembus Rp80.000 per Kilogram

Cari berita

Awas! IHSG Terancam Ambles ke 8.710 Hari Ini, Simak Saham yang Wajib Dicermati

Poin Penting (3)
  • IHSG diprediksi terkoreksi ke level 8.710-8.887 setelah anjlok 1,36% ke posisi 9.010 pada perdagangan sebelumnya dengan tekanan jual masih mendominasi
  • Support IHSG hari ini di 8.956 dan 8.905, resistansi di 9.120 dan 9.192 dengan area penguatan diperkirakan menguji level 9.026–9.054
  • MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham: ENRG (spec buy), IMPC dan MBMA (buy on weakness), serta BMRI (sell on strength)

Resolusi.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi akan mengalami penurunan lebih lanjut menuju rentang 8.710-8.887 pada perdagangan hari ini, Kamis (22/1/2026). Proyeksi ini muncul setelah indeks kembali terperosok ke zona negatif pada sesi perdagangan sebelumnya.

Meskipun demikian, beberapa saham seperti ENRG, IMPC, MBMA, dan BMRI masih layak untuk diperhatikan para investor.

Pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026), IHSG tercatat terpuruk 1,36 persen ke posisi 9.010. Tekanan aksi jual masih mendominasi pergerakan indeks komposit tersebut, dengan area koreksi yang sebelumnya diprediksi telah tercapai.

“Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [iv] dari wave 5. Oleh karena itu, indeks masih berpotensi melanjutkan koreksinya ke kisaran 8.710–8.887. Sementara itu, area penguatan IHSG diprediksi akan menguji level 9.026–9.054,” tulis Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset harian, Kamis (22/1/2026).

Untuk sesi perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan terletak di area 8.956 dan 8.905. Adapun resistansi berada pada kisaran 9.120 dan 9.192.

Saham yang mendapat rekomendasi dari MNC Sekuritas meliputi ENRG, IMPC, MBMA, dan BMRI.

Saham ENRG — Spec Buy

Saham ENRG mengalami penguatan 0,98 persen ke level 1.550 dengan disertai peningkatan volume pembelian. Namun, kenaikan tersebut belum berhasil menembus MA20.

Selama harga mampu bertahan di atas 1.515 sebagai stop loss, posisi ENRG diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave [b] dari wave 4.

Rekomendasi Spec Buy: 1.520–1.545. Target Price: 1.580, 1.655. Stop Loss: di bawah 1.515.

Saham IMPC — Buy on Weakness

Saham IMPC naik 1,72 persen ke level 3.550 dengan dominasi volume pembelian meskipun cenderung mengecil. Analis memperkirakan IMPC sedang berada di awal wave 5 dari wave (5).

Rekomendasi Buy on Weakness: 3.480–3.530. Target Price: 3.640, 3.870. Stop Loss: di bawah 3.430.

Saham MBMA — Buy on Weakness

Saham MBMA menguat 1,30 persen ke level 780 dengan peningkatan volume pembelian. Selama saham ini bertahan di atas 735 sebagai stop loss, MBMA diperkirakan berada pada fase awal wave v dari wave (iii).

Rekomendasi Buy on Weakness: 745–775. Target Price: 825, 880. Stop Loss: di bawah 735.

Saham BMRI — Sell on Strength

Saham BMRI terkoreksi 0,70 persen ke level 4.990 dengan tekanan volume penjualan, meski koreksi masih tertahan di MA20. MNC Sekuritas memperkirakan BMRI berada di awal wave [c] dari wave 2, sehingga masih berpeluang melanjutkan koreksi ke area 4.460–4.750.

Rekomendasi Sell on Strength: 5.000–5.050.