TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Pegawai BPK Wilayah X Diusir saat SISKS Pakubuwana XIV Purbaya Ganti Gembok Keraton Surakarta

Poin Penting (3)
  • Sejumlah pegawai BPK Wilayah X diminta meninggalkan Museum Keraton Surakarta saat SISKS Pakubuwana XIV Purbaya memasang CCTV dan mengganti gembok pintu-pintu keraton.
  • Penggantian gembok dilakukan menggunakan gerinda, menyasar sekitar 10 pintu termasuk museum dan Kori Kamandungan, meski tindakan ini dikhawatirkan merusak benda cagar budaya.
  • Pihak SISKS Pakubuwana XIV Purbaya membantah melakukan pengusiran, menyatakan penggantian kunci dilakukan agar Babadan bentukan mereka bisa bekerja dengan baik.

Resolusi.co, Surakarta – Sejumlah pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X diminta meninggalkan Museum Keraton Surakarta, Sabtu (13/12), saat tengah bertugas. Pengusiran itu terjadi bersamaan dengan rencana kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya memasang CCTV dan mengganti gembok di pintu-pintu Keraton.

Cucu SISKS Pakubuwana XIII, BRM Suryomulyo Saputro, menyatakan kejadian bermula ketika pihak SISKS Pakubuwana XIV Purbaya secara sepihak mulai memasang CCTV di beberapa titik, termasuk di museum dan depan pintu Kasentanan.

“Ada pemasangan CCTV sepihak Smorokoto, kemudian berlanjut ke museum dan depan pintu Kasentanan,” kata Suryomulyo.

Tak lama setelah itu, dua putri Pakubuwana XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbai dan GKR Devi Lelyana Dewi, bersama belasan pendukung SISKS Pakubuwana XIV Purbaya, memaksa pegawai BPK Wilayah X keluar dari Museum Keraton Surakarta. Setelah area kosong, mereka mengganti gembok lama dengan yang baru menggunakan gerinda.

“Tiba-tiba diusir, dipaksa keluar dari museum, lalu digembok semua,” ujarnya. Menurut Suryomulyo, pengusiran hanya menyasar pegawai BPK, sementara kerabat dan abdi dalem tetap diperkenankan berada di dalam keraton.

Selain mengganti gembok pintu museum, pihak SISKS Pakubuwana XIV Purbaya juga mengganti gembok Kori Kamandungan, pintu utama menuju kompleks Kedhaton. Suryomulyo menyesalkan tindakan itu karena museum sedang menjalani renovasi dan revitalisasi, serta khawatir penggunaan gerinda berpotensi merusak benda cagar budaya.

Sementara itu, Juru Bicara SISKS Pakubuwana XIV Purbaya, KPA Singonagoro, mengakui penggantian gembok di sekitar 10 pintu, termasuk Kamandungan, Kasentanan, kantor Sasono Wilopo, Perpustakaan, Sasana Handrawina, dan museum. Namun, pihaknya membantah melakukan pengusiran.

“Tidak ada pengusiran. Orang-orang di sana masih ada kok. Kami hanya ingin mengganti kunci agar Babadan bentukan SISKS Pakubuwana XIV Purbaya bisa bekerja dengan baik,” kata Singonagoro.