TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Prabowo Tegaskan RI Setop Impor Solar 2026, Empat Tahun Lagi Bebas BBM

Poin Penting (3)
  • Presiden Prabowo menegaskan Indonesia setop impor solar mulai 2026, dan menargetkan dalam empat tahun ke depan RI bebas impor BBM, baik solar maupun bensin.
  • Penghentian impor didukung beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan yang menambah kapasitas produksi sekitar 100 ribu barel per hari, sehingga kebutuhan solar nasional dinilai sudah terpenuhi dan berpotensi surplus.
  • Pemerintah mendorong bahan bakar nabati dan energi terbarukan untuk menghemat hingga Rp520 triliun per tahun, sementara impor bensin masih dilakukan sambil menyiapkan program etanol mulai 2027.

Resolusi.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan menghentikan impor solar mulai tahun depan. Bahkan, dalam kurun waktu empat tahun ke depan, Indonesia ditargetkan sepenuhnya bebas impor bahan bakar minyak (BBM), baik solar maupun bensin.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan kepada para kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025), berdasarkan laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

“Mulai tahun depan Menteri ESDM melaporkan kepada saya, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri. Kita harapkan dalam empat tahun kita juga bisa tidak impor bensin,” tegas Prabowo.

Prabowo menilai, kemandirian energi harus dibarengi dengan pengembangan bahan bakar nabati (BBN). Ia mendorong agar Papua menjadi salah satu pusat pengembangan komoditas energi terbarukan seperti kelapa sawit, singkong, dan tebu sebagai pengganti BBM fosil.

Menurut Prabowo, ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM selama ini telah menguras anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah per tahun. Dengan mengembangkan energi berbasis sumber daya dalam negeri, potensi penghematan bisa mencapai Rp520 triliun per tahun.

“Kita keluarkan ratusan triliun buat impor BBM. Kalau kita bisa tanam kelapa sawit, singkong, tebu, pakai tenaga surya dan tenaga air, berapa ratus triliun kita hemat per tahun? Rp520 triliun,” ujar Prabowo.

Ia bahkan menyebut, penghematan tersebut dapat berdampak langsung ke daerah. Setiap kabupaten, kota, hingga provinsi berpotensi memperoleh tambahan anggaran hingga Rp1 triliun.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan penghentian impor solar mulai 2026 dapat terealisasi seiring beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang dijadwalkan diresmikan Desember 2025.

Dengan beroperasinya kilang terbesar tersebut, kapasitas produksi solar nasional diperkirakan bertambah lebih dari 100 ribu barel per hari, sehingga kebutuhan domestik dapat terpenuhi tanpa impor.

“Mulai tahun depan Indonesia tidak lagi melakukan impor solar, karena antara konsumsi dan produksi kita sudah cukup,” kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025).

Bahlil menambahkan, meskipun kebijakan pencampuran biodiesel belum mencapai B50, Indonesia tetap akan mengalami surplus solar sekitar 4 juta ton. Surplus tersebut direncanakan akan dikonversi menjadi avtur.

“Kita lagi berpikir, kalau kita dorong ke B50, maka solar yang surplus sekitar 4 juta ton itu akan kita konversi untuk membuat avtur. Insyaallah 2026 solar clear, avtur juga bisa diproduksi dalam negeri,” jelasnya.

Sementara itu, untuk BBM jenis bensin, Bahlil mengakui Indonesia masih akan melakukan impor pada tahun depan. Namun, pemerintah tengah menyiapkan strategi jangka menengah untuk menghentikan impor bensin, salah satunya melalui pengembangan program etanol yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.