Satu Bulan Pascabencana Sumatra, Pertamina Terus Salurkan Bantuan Hingga Wilayah Terisolasi

- Pertamina terus menyalurkan bantuan pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar selama lebih dari sebulan, menjangkau 86.289 jiwa termasuk wilayah terisolasi.
- Bantuan mencakup logistik, energi, kesehatan, air bersih, PLTS, dan jaringan komunikasi, didukung distribusi darat, laut, dan udara.
- Penanganan melibatkan 382 relawan dan 72 tenaga medis, serta kolaborasi dengan pemerintah, TNI-Polri, BPBD, BNPB, dan berbagai lembaga terkait.
, Jakarta — Satu bulan setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, upaya pemulihan masih terus berjalan di tengah tantangan akses dan infrastruktur. Pertamina memastikan tetap hadir memberikan bantuan kemanusiaan hingga menjangkau masyarakat di wilayah terisolasi.
Sejak 25 November 2025, Pertamina bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut mencakup bahan pokok dan makanan siap saji, perlengkapan logistik, kebutuhan kesehatan, hingga dukungan energi untuk menopang layanan vital dan aktivitas masyarakat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menegaskan bahwa rangkaian bantuan yang terus mengalir merupakan komitmen Pertamina untuk mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan.
“Selama lebih dari tiga puluh hari pascabencana Sumatra, Pertamina hadir di tengah masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Berbagai bentuk bantuan kemanusiaan telah dirasakan masyarakat yang menjangkau 86.289 jiwa. Kami masih akan terus membersamai dan berjuang memulihkan aktivitas sehari-hari,” ujar Baron.
Bantuan Pertamina telah disalurkan ke 111 dapur umum dan 164 posko pengungsian yang dikelola BPBD. Selain itu terdapat posko gabungan Pertamina Peduli, yakni 4 posko di Aceh, 1 posko di Sumut, dan 1 posko di Sumbar. Pertamina juga mengelola 4 dapur umum di Bukit Suling – Rantau, Disdukcapil – Aceh Tamiang, Paloh Raya – Aceh Utara, dan Sibolga – Sumut.
“Kami bergerak secara maksimal dan bekerja sepenuh hati agar bantuan secepat mungkin sampai ke tangan masyarakat. Di tengah berbagai keterbatasan akses, penyaluran bantuan ke wilayah terdampak dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat, dengan mengerahkan beragam moda transportasi, mulai dari pesawat Hercules TNI, Helikopter, Kapal PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dan Pertamina International Shipping, hingga mobil dan truk logistik,” imbuhnya.
Pertamina juga memastikan dukungan energi bagi operasional logistik, dapur umum, dan layanan vital melalui penyaluran Avtur sebesar 253 KL, Pertamax dan Dexlite sebanyak 103,2 KL, serta Bright Gas sebanyak 1.471 tabung.
Selain energi, Pertamina turut membantu pemulihan layanan dasar dengan membangun 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 3 lokasi terdampak serta menyalurkan 24 perangkat komunikasi Starlink untuk menjaga konektivitas dan koordinasi di tengah keterbatasan infrastruktur.
Di sektor air bersih, Pertamina menyediakan kebutuhan air layak konsumsi bagi masyarakat. Di Lhokseumawe tersedia air bersih di 100 titik, sementara di Aceh Tamiang telah disalurkan 1.452.500 liter air melalui 191 mobil tangki. Pertamina juga memperbaiki 5 fasilitas sanitasi, mereaktivasi 12 sumur, serta membangun 3 sumur bor.
Seluruh upaya ini melibatkan 382 relawan Pertamina Peduli yang diterjunkan dalam empat batch sejak awal masa tanggap darurat. Mereka bertugas mengelola posko, dapur umum, distribusi logistik, hingga pendampingan masyarakat. Untuk pelayanan kesehatan, Pertamina menurunkan 72 tenaga medis terdiri dari 24 dokter dan 48 perawat, yang telah memberikan layanan kepada 1.312 jiwa masyarakat terdampak.
“Pertamina tidak bergerak sendiri. Seluruh upaya tanggap darurat dan penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian ESDM, BP BUMN, Danantara, TNI, Kepolisian, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, anak usaha dan afiliasi Pertamina, serta lembaga non-pemerintah,” tegas Baron.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: