TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Super Flu Mulai Reda! Kemenkes Pastikan Tak Ada Lagi Kasus Baru Sejak Akhir 2025

Poin Penting (3)
  • Puncak kasus super flu di Indonesia terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025, sejak minggu ke-52 tidak ada penambahan kasus baru influenza A(H3N2) subclade K
  • Kematian pada pasien influenza umumnya dipicu komorbid yang memperburuk kondisi kesehatan, bukan langsung karena virus influenza
  • Kemenkes tetap jalankan surveilans di fasilitas kesehatan dan imbau masyarakat terapkan perilaku hidup sehat serta vaksinasi influenza tahunan

Resolusi.co, JAKARTA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa lonjakan kasus influenza A(H3N2) subclade K, yang dikenal publik sebagai ‘super flu’, di Tanah Air sudah melewati masa puncaknya. Berdasarkan data surveilans nasional, titik tertinggi penularan tercatat pada pekan ke-40 tahun 2025.

Tren penurunan mulai terlihat sejak pekan ke-44 tahun lalu. Yang menggembirakan, mulai pekan ke-52 tahun 2025 hingga saat ini, tidak ditemukan lagi penambahan kasus infeksi influenza A(H3N2) subclade K.

“Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan sejak minggu ke-44 terus menurun. Mulai minggu ke-52, tidak ada lagi penambahan penemuan kasus A(H3N2) subclade K,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr Prima Yosephine, dalam keterangannya.

Pihak Kemenkes menegaskan mayoritas penderita influenza, termasuk varian subclade K, hanya mengalami keluhan ringan hingga sedang dan mampu pulih tanpa penanganan khusus. Kondisi berat umumnya dialami kelompok rentan seperti lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Mengenai laporan kematian pada sejumlah pasien influenza, dr Prima menjelaskan hal tersebut lebih banyak dipicu oleh kondisi komorbid yang memperparah penyakit dasar penderita. Pada kelompok berisiko tinggi, infeksi virus maupun bakteri bisa menjadi pemicu yang memperburuk kondisi kesehatan yang sebelumnya sudah tidak stabil.

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” jelasnya.

Untuk memastikan penanganan tetap optimal, Kemenkes melanjutkan program surveilans influenza di berbagai fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan pintu masuk negara. Kegiatan pengawasan ini meliputi pengujian laboratorium serta analisis genom virus untuk memantau kemungkinan mutasi atau perubahan karakteristik virus.

Meskipun angka kasus menunjukkan penurunan, Kemenkes tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dalam menjaga kesehatan. Penerapan pola hidup bersih dan sehat, penggunaan masker ketika sakit, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid, serta pemeriksaan dini ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala berat tetap dianjurkan.

Kemenkes juga mendorong masyarakat, terutama kelompok berisiko tinggi, untuk melakukan vaksinasi influenza setiap tahun sebagai upaya pencegahan. Langkah ini dinilai efektif menekan risiko gejala berat dan komplikasi akibat infeksi influenza.