Tertahan di Doha: Wamen HAM RI dan Ratusan WNI Terjebak Akibat Konflik Timur Tengah!

- Wamen HAM RI, Mugiyanto, tertahan di Doha tiga hari karena ruang udara ditutup imbas konflik Iran-AS-Israel.
- Lebih dari 100 WNI termasuk rombongan menjadi terdampar di Bandara Hamad karena penerbangan dibekukan.
- Belum ada kepastian pembukaan kembali ruang udara di Qatar dan kawasan Teluk untuk melanjutkan perjalanan.
, Doha – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Mugiyanto, mengonfirmasi bahwa dirinya bersama rombongan terpaksa tertahan di Doha, Qatar, hingga tiga hari akibat gangguan penerbangan yang dipicu eskalasi konflik militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurut Mugiyanto, kondisi di Qatar dan wilayah sekitarnya belum menunjukkan tanda-tanda pembaikan sehingga perjalanan dinasnya terhambat jauh dari rencana awal.
Dia menjelaskan, ruang udara di Qatar masih ditutup dan belum ada kepastian kapan otoritas penerbangan akan mengizinkan operasi terbang kembali.
“Ini adalah hari ketiga kami terdampar di Doha, di Qatar, dalam perjalanan kami yang seharusnya menghadiri sidang Dewan HAM PBB di Jenewa,” ujar Mugiyanto.
Mugiyanto mengatakan situasi yang belum stabil membuat maskapai tidak dapat menerbangkan penumpang keluar dari negara itu, sehingga dirinya dan tim belum bisa melanjutkan perjalanan.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan informasi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar, lebih dari 100 orang ikut terjebak di Bandara Internasional Hamad, Doha.
“Selain yang berada di Doha, Qatar, ada juga puluhan bahkan ratusan warga negara Indonesia yang juga terdampar di Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, hingga Bahrain,” tambah Mugiyanto.
Mugiyanto menyatakan seluruh rombongan dalam kondisi baik, namun berharap ruang udara dapat dibuka kembali secepatnya agar mereka bisa kembali ke jadwal semula.
Situasi tersebut terjadi di tengah konflik yang memicu penutupan bandara serta gangguan operasional penerbangan di sejumlah negara Teluk, membuat perjalanan internasional sangat terganggu.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: