Tinggal Hitungan Hari, Pertamina Siap Lebur 3 Subholding Jadi Satu

- Pertamina menargetkan merger tiga subholding hilir rampung 1 Februari 2026, dengan surviving entity kemungkinan PT Pertamina Patra Niaga
- Tiga subholding yang akan dilebur adalah Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping menjadi subholding downstream
- Setelah merger, Pertamina hanya memiliki empat subholding: upstream, downstream, gas, dan PNRE, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional
, JAKARTA – Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menargetkan proses merger tiga subholding hilir rampung pada Februari 2026. Ketiga subholding tersebut adalah PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping.
Simon memberi sinyal tiga subholding tersebut akan dilebur di bawah PT Pertamina Patra Niaga.
“Kami usahakan go live 1 Februari 2026,” ujar Simon usai menghadiri pelantikan delapan Anggota Dewan Energi Nasional periode 2026-2030 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Pertamina menargetkan penggabungan bisnis hilir ini dapat meningkatkan efisiensi operasional. Langkah ini juga diharapkan memperkuat kinerja perusahaan di sektor hilir energi nasional.
Mengenai penamaan entitas hasil merger, Simon menjelaskan bahwa masih mengarah pada penggunaan entitas yang bertahan atau surviving entity.
“Kemungkinan, under itu, kan surviving entity ya,” tandas Simon.
Sebelumnya, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan ketiga subholding tersebut akan dilebur menjadi subholding downstream atau hilir.
“Nanti akan kami umumkan, tetapi kami sudah siap semua condition precedent-nya. Namanya nanti subholding downstream,” kata Agung.
Saat ini, Pertamina memiliki enam subholding. Tiga di antaranya yang akan dimerger adalah subholding commercial & trading PT Pertamina Patra Niaga, subholding refining & petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional, dan subholding integrated marine logistics PT Pertamina International Shipping.
Tiga subholding lainnya adalah subholding upstream PT Pertamina Hulu Energi, subholding power & new renewable energy PT Pertamina NRE, dan subholding gas PT Perusahaan Gas Negara.
Dengan penyatuan tiga subholding hilir, nantinya Pertamina hanya akan memiliki empat subholding. Yakni subholding upstream, subholding downstream, subholding gas, dan PNRE.
Merger ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi Pertamina untuk mengoptimalkan kinerja bisnis. Dengan menggabungkan bisnis hilir, diharapkan koordinasi antar unit menjadi lebih efisien.
Dari sisi operasional, merger juga ditujukan untuk memangkas birokrasi yang selama ini dianggap menghambat kecepatan pengambilan keputusan. Integrasi tiga subholding hilir diharapkan bisa mempersingkat rantai komando.
Pertamina sebelumnya menjamin tidak akan ada pemutusan hubungan kerja akibat merger ini. Karyawan dari ketiga subholding akan diserap dalam struktur organisasi baru.
Target penyelesaian merger pada 1 Februari 2026 menunjukkan Pertamina bergerak cepat. Ini mengingat proses merger biasanya memakan waktu cukup lama karena melibatkan aspek legal, operasional, hingga teknis.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: