TODAY'S RECAP
DPD GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan 700 Nasi KotakEra Baru Tata Kelola Haji Khusus Pasca Penghapusan Lunas Tunda GantiPrinsip Pengelompokan Desil Sudah Tepat, Chusni Mubarok: Yang Perlu Dibenahi Adalah Akurasi dan Kecepatan KoreksinyaMenjernihkan Makna Monopoli dalam Tata Kelola HajiGMPK DKI Dorong Penguatan Keamanan Pangan MBG dari HuluMasuk Napi Keluar Santri, 63 Warga Binaan Lapas Pasuruan DiwisudaTiga Tahun Absen Beli Tembakau, HKTI Probolinggo Sampai Usul Gudang DitutupKomentar Nyinyir Berujung Panjang, Suami Dokter di Malang Ikut Kena GetahnyaBaru Sehari Dilantik, Destry Sudah Bongkar Cara Bagi Tugas di Bank IndonesiaLebih dari 1.000 Warga Giliraja Antusias Saksikan Kerapan Sapi BetinaGMPK DKI Desak Tutup Dapur MBG Sidoarjo, Minta BGN Sediakan Alat TesTerungkap Usai Korban Cari Perlindungan, Ayah di Sumenep Ini Diduga Aniaya Anak Sendiri Bertahun-tahunAksi Mesum Sejoli di Taman Merjosari Malang Resahkan WargaSemeru Kembali Erupsi Saat Karhutla Masih Membara, Warga Diminta WaspadaHarga Emas Perhiasan Turun, Selasa 1 September 2026Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik per 1 SeptemberGMPK DKI Jakarta Apresiasi Gus Kikin, Sosok Tepat Nahkodai PBNUKeberanian Dasco dan Janji 15 DesemberGMPK DKI Kritik Tajam Budi Arie Soal Percepatan Politik.Aliansi BEM Persatuan Indonesia Tolak Aksi Anarkis pada Demonstrasi 27 Agustus.Diskusi Buku “Masalembu”: Menggugat Stereotip KepulauanDukung Program Bedah Rumah Penerima MBG, Chusni Mubarok Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat dan DaerahGMPN Demo di Bea Cukai dan KPK, Desak Pengusutan Mafia Rokok Ilegal di Sumenep.Bung AIR Apresiasi DPR dan Pemerintah Finalisasi Penataan Status Guru PPPK.Mendorong Kepemimpinan Perempuan Muda, DPP GMPK Kawal Indonesia Emas 2045DPD GMPK DKI Apresiasi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Bung AIR: Hadirkan Wajah IndonesiaPengurus Forum TBM Sumenep Periode 2026-2031 Resmi DilantikBPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Capai 83,28%, Kategori Sangat Memuaskan.Klaster Pabrik China Berencana Direlokasi ke Kawasan Industri Madura, BangkalanDPD GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan 700 Nasi KotakEra Baru Tata Kelola Haji Khusus Pasca Penghapusan Lunas Tunda GantiPrinsip Pengelompokan Desil Sudah Tepat, Chusni Mubarok: Yang Perlu Dibenahi Adalah Akurasi dan Kecepatan KoreksinyaMenjernihkan Makna Monopoli dalam Tata Kelola HajiGMPK DKI Dorong Penguatan Keamanan Pangan MBG dari HuluMasuk Napi Keluar Santri, 63 Warga Binaan Lapas Pasuruan DiwisudaTiga Tahun Absen Beli Tembakau, HKTI Probolinggo Sampai Usul Gudang DitutupKomentar Nyinyir Berujung Panjang, Suami Dokter di Malang Ikut Kena GetahnyaBaru Sehari Dilantik, Destry Sudah Bongkar Cara Bagi Tugas di Bank IndonesiaLebih dari 1.000 Warga Giliraja Antusias Saksikan Kerapan Sapi BetinaGMPK DKI Desak Tutup Dapur MBG Sidoarjo, Minta BGN Sediakan Alat TesTerungkap Usai Korban Cari Perlindungan, Ayah di Sumenep Ini Diduga Aniaya Anak Sendiri Bertahun-tahunAksi Mesum Sejoli di Taman Merjosari Malang Resahkan WargaSemeru Kembali Erupsi Saat Karhutla Masih Membara, Warga Diminta WaspadaHarga Emas Perhiasan Turun, Selasa 1 September 2026Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik per 1 SeptemberGMPK DKI Jakarta Apresiasi Gus Kikin, Sosok Tepat Nahkodai PBNUKeberanian Dasco dan Janji 15 DesemberGMPK DKI Kritik Tajam Budi Arie Soal Percepatan Politik.Aliansi BEM Persatuan Indonesia Tolak Aksi Anarkis pada Demonstrasi 27 Agustus.Diskusi Buku “Masalembu”: Menggugat Stereotip KepulauanDukung Program Bedah Rumah Penerima MBG, Chusni Mubarok Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat dan DaerahGMPN Demo di Bea Cukai dan KPK, Desak Pengusutan Mafia Rokok Ilegal di Sumenep.Bung AIR Apresiasi DPR dan Pemerintah Finalisasi Penataan Status Guru PPPK.Mendorong Kepemimpinan Perempuan Muda, DPP GMPK Kawal Indonesia Emas 2045DPD GMPK DKI Apresiasi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Bung AIR: Hadirkan Wajah IndonesiaPengurus Forum TBM Sumenep Periode 2026-2031 Resmi DilantikBPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Capai 83,28%, Kategori Sangat Memuaskan.Klaster Pabrik China Berencana Direlokasi ke Kawasan Industri Madura, BangkalanDPD GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan 700 Nasi KotakEra Baru Tata Kelola Haji Khusus Pasca Penghapusan Lunas Tunda GantiPrinsip Pengelompokan Desil Sudah Tepat, Chusni Mubarok: Yang Perlu Dibenahi Adalah Akurasi dan Kecepatan KoreksinyaMenjernihkan Makna Monopoli dalam Tata Kelola HajiGMPK DKI Dorong Penguatan Keamanan Pangan MBG dari HuluMasuk Napi Keluar Santri, 63 Warga Binaan Lapas Pasuruan DiwisudaTiga Tahun Absen Beli Tembakau, HKTI Probolinggo Sampai Usul Gudang DitutupKomentar Nyinyir Berujung Panjang, Suami Dokter di Malang Ikut Kena GetahnyaBaru Sehari Dilantik, Destry Sudah Bongkar Cara Bagi Tugas di Bank IndonesiaLebih dari 1.000 Warga Giliraja Antusias Saksikan Kerapan Sapi BetinaGMPK DKI Desak Tutup Dapur MBG Sidoarjo, Minta BGN Sediakan Alat TesTerungkap Usai Korban Cari Perlindungan, Ayah di Sumenep Ini Diduga Aniaya Anak Sendiri Bertahun-tahunAksi Mesum Sejoli di Taman Merjosari Malang Resahkan WargaSemeru Kembali Erupsi Saat Karhutla Masih Membara, Warga Diminta WaspadaHarga Emas Perhiasan Turun, Selasa 1 September 2026Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik per 1 SeptemberGMPK DKI Jakarta Apresiasi Gus Kikin, Sosok Tepat Nahkodai PBNUKeberanian Dasco dan Janji 15 DesemberGMPK DKI Kritik Tajam Budi Arie Soal Percepatan Politik.Aliansi BEM Persatuan Indonesia Tolak Aksi Anarkis pada Demonstrasi 27 Agustus.Diskusi Buku “Masalembu”: Menggugat Stereotip KepulauanDukung Program Bedah Rumah Penerima MBG, Chusni Mubarok Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat dan DaerahGMPN Demo di Bea Cukai dan KPK, Desak Pengusutan Mafia Rokok Ilegal di Sumenep.Bung AIR Apresiasi DPR dan Pemerintah Finalisasi Penataan Status Guru PPPK.Mendorong Kepemimpinan Perempuan Muda, DPP GMPK Kawal Indonesia Emas 2045DPD GMPK DKI Apresiasi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Bung AIR: Hadirkan Wajah IndonesiaPengurus Forum TBM Sumenep Periode 2026-2031 Resmi DilantikBPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Capai 83,28%, Kategori Sangat Memuaskan.Klaster Pabrik China Berencana Direlokasi ke Kawasan Industri Madura, BangkalanDPD GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan 700 Nasi KotakEra Baru Tata Kelola Haji Khusus Pasca Penghapusan Lunas Tunda GantiPrinsip Pengelompokan Desil Sudah Tepat, Chusni Mubarok: Yang Perlu Dibenahi Adalah Akurasi dan Kecepatan KoreksinyaMenjernihkan Makna Monopoli dalam Tata Kelola HajiGMPK DKI Dorong Penguatan Keamanan Pangan MBG dari HuluMasuk Napi Keluar Santri, 63 Warga Binaan Lapas Pasuruan DiwisudaTiga Tahun Absen Beli Tembakau, HKTI Probolinggo Sampai Usul Gudang DitutupKomentar Nyinyir Berujung Panjang, Suami Dokter di Malang Ikut Kena GetahnyaBaru Sehari Dilantik, Destry Sudah Bongkar Cara Bagi Tugas di Bank IndonesiaLebih dari 1.000 Warga Giliraja Antusias Saksikan Kerapan Sapi BetinaGMPK DKI Desak Tutup Dapur MBG Sidoarjo, Minta BGN Sediakan Alat TesTerungkap Usai Korban Cari Perlindungan, Ayah di Sumenep Ini Diduga Aniaya Anak Sendiri Bertahun-tahunAksi Mesum Sejoli di Taman Merjosari Malang Resahkan WargaSemeru Kembali Erupsi Saat Karhutla Masih Membara, Warga Diminta WaspadaHarga Emas Perhiasan Turun, Selasa 1 September 2026Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik per 1 SeptemberGMPK DKI Jakarta Apresiasi Gus Kikin, Sosok Tepat Nahkodai PBNUKeberanian Dasco dan Janji 15 DesemberGMPK DKI Kritik Tajam Budi Arie Soal Percepatan Politik.Aliansi BEM Persatuan Indonesia Tolak Aksi Anarkis pada Demonstrasi 27 Agustus.Diskusi Buku “Masalembu”: Menggugat Stereotip KepulauanDukung Program Bedah Rumah Penerima MBG, Chusni Mubarok Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat dan DaerahGMPN Demo di Bea Cukai dan KPK, Desak Pengusutan Mafia Rokok Ilegal di Sumenep.Bung AIR Apresiasi DPR dan Pemerintah Finalisasi Penataan Status Guru PPPK.Mendorong Kepemimpinan Perempuan Muda, DPP GMPK Kawal Indonesia Emas 2045DPD GMPK DKI Apresiasi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Bung AIR: Hadirkan Wajah IndonesiaPengurus Forum TBM Sumenep Periode 2026-2031 Resmi DilantikBPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Capai 83,28%, Kategori Sangat Memuaskan.Klaster Pabrik China Berencana Direlokasi ke Kawasan Industri Madura, Bangkalan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

14 September 2026

Cari berita

Menkeu Purbaya dan Gubernur BI Perry Akui Pencalonan Thomas Pengaruhi Pelemahan Rupiah

Poin Penting (3)
  • Persepsi Pasar Pengaruhi Rupiah: Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI turut memicu pelemahan rupiah karena kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral, meski kedua pejabat menegaskan proses sesuai koridor hukum.
  • Fundamental Tetap Kokoh: Purbaya menilai pelemahan rupiah lebih bersifat spekulatif dan didorong sentimen psikologis pasar, dengan bukti IHSG mencatat rekor tertinggi 9.133 yang mengindikasikan aliran modal asing masih deras ke Indonesia.
  • Intervensi Besar-Besaran BI: Bank Indonesia melakukan intervensi pasar skala besar dengan cadangan devisa US$156,5 miliar dan mengoptimalkan strategi diversifikasi mata uang melalui Local Currency Transaction yang melonjak menjadi US$25,66 miliar sepanjang 2025.

Resolusi.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah masih berada dalam tren pelemahan hingga mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia disebut turut menjadi salah satu faktor penekan mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 0,13 persen atau 22 poin ke level Rp16.934 per dolar AS pada Rabu (21/1/2026). Namun, mata uang rupiah berisiko ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (22/1/2026). Pada waktu bersamaan, indeks dolar AS mengalami pelemahan 0,08 persen ke level 98,56.

Bank Indonesia mengakui persepsi pasar terkait proses pencalonan deputi gubernur BI baru, yakni Thomas Djiwandono yang merupakan kemenakan Presiden Prabowo, turut menjadi salah satu faktor domestik pemicu pelemahan rupiah. Masuknya Thomas dipersepsikan akan memengaruhi independensi bank sentral.

Thomas Djiwandono merupakan satu dari tiga calon deputi gubernur BI yang diajukan ke DPR. Dua calon lainnya adalah pejabat karir internal BI, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro.

“Ini persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan juga proses pencalonan deputi gubernur,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG Januari, Rabu (21/1/2026).

Meski demikian, Perry segera menegaskan bahwa proses tersebut berjalan sesuai koridor hukum dan tidak akan mendegradasi profesionalisme otoritas moneter.

“Kami tegaskan bahwa proses pencalonan deputi gubernur adalah sesuai Undang-Undang tata kelola dan tentu saja tidak memengaruhi pelaksanaan tugas dan kewenangan Bank Indonesia yang tetap profesional dengan tata kelola yang kuat,” tegasnya.

Selain isu suksesi, Perry merinci bahwa pelemahan rupiah juga dipicu oleh tingginya permintaan valuta asing korporasi domestik, termasuk dari BUMN raksasa seperti Pertamina dan PLN.

Kombinasi sentimen domestik dan gejolak global seperti eskalasi geopolitik, kebijakan tarif AS, hingga tingginya imbal hasil US Treasury telah memicu arus modal keluar yang signifikan.

“Pada awal tahun 2026 ini terjadi net outflow US$1,6 miliar data hingga 19 Januari 2026,” papar Perry.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp17.000 per dolar AS hanyalah reaksi spekulatif sesaat dari pasar. Pernyataan ini merespons kabar masuknya keponakan Presiden Prabowo Subianto dalam bursa calon deputi gubernur BI.

Purbaya menilai fundamental ekonomi Indonesia sejatinya tetap kokoh. Dia mencontohkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan yang justru mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa beberapa waktu belakangan.

“Rupiah akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat kan IHSG berapa sekarang? All time high kan? 9.133,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Ia berpendapat bahwa rekor IHSG mengindikasikan adanya aliran modal asing yang deras. Secara teori ekonomi, masuknya dana asing tersebut akan meningkatkan pasokan dolar AS di pasar domestik, yang pada akhirnya akan menjadi katalis penguatan rupiah.

Oleh sebab itu, Purbaya meyakini depresiasi rupiah saat ini lebih didorong oleh sentimen psikologis pasar. Investor dinilai bereaksi berlebihan terhadap wacana perpindahan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono ke Bank Indonesia, yang dikhawatirkan akan menggerus independensi otoritas moneter.

“Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana [BI], wah orang spekulasi dia akan independensinya hilang. Saya pikir tidak akan begitu. Nanti kalau [pasar] sudah insaf, juga langsung menguat lagi rupiah,” tegasnya.

Merespons tekanan tersebut, BI memastikan telah dan akan terus melakukan intervensi pasar dalam skala besar. Perry menyebut cadangan devisa Indonesia lebih dari cukup untuk membiayai langkah stabilisasi tersebut.

Per akhir Desember 2025, posisi cadangan devisa mencapai US$156,5 miliar. BI mencatat posisi ini setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik di pasar luar negeri maupun di dalam negeri. Kami tidak segan-segan menggunakan cadangan devisa itu untuk melakukan stabilisasi,” kata Perry.

Senada, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menambahkan bahwa strategi stabilisasi tidak hanya bertumpu pada intervensi pasar spot dan DNDF. BI juga mengoptimalkan instrumen operasi moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia untuk menjaga daya tarik aset berbasis rupiah.

Di sisi lain, diversifikasi mata uang melalui Local Currency Transaction menunjukkan tren positif sebagai bantalan ketergantungan terhadap dolar AS. Destry mencatat volume transaksi LCT sepanjang Januari–Desember 2025 melonjak signifikan menjadi US$25,66 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian 2024 yang sebesar US$12,5 miliar.

“Ini tentunya menjadi suatu strategi bagi kami, sehingga itu juga akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar,” ujar Destry.