Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Tembus Rp26,47 Triliun, 63 Juta Peserta Nonaktif

- Tunggakan iuran BPJS Kesehatan mencapai Rp26,47 triliun dengan 63 juta peserta nonaktif, terdiri dari yang menunggak dan yang mutasi dari PBI ke non-PBI
- PPU Mandiri paling besar tunggakan secara nominal senilai Rp22,2 triliun, dengan peserta kelas tinggi paling banyak tidak bayar iuran
- Menkes Budi Gunadi Sadikin ingatkan beban keuangan BPJS Kesehatan terus naik, butuh perhatian bersama untuk atasi masalah ini
, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kabar buruk soal tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang sudah mencapai angka Rp26,47 triliun. Jumlah peserta nonaktif per tahun 2026 pun membengkak hingga 63 juta orang.
“Peserta yang tidak aktif dibagi dua kategori, pertama tidak aktif karena menunggak. Kedua tidak aktif karena mutasi dari PBI ke tidak,” kata Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Rabu.
Data hingga Desember 2025 mencatat piutang atau utang tak tertagih sudah menyentuh angka Rp26,47 triliun. Jika dilihat dari jumlah orang, kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) paling banyak yang menunggak.
Tapi kalau bicara soal nominal rupiah, ceritanya beda. Kelompok Pekerja Penerima Upah (PPU) Mandiri justru paling besar utangnya, mencapai Rp22,2 triliun.
“Namun jika dilihat dari jumlah rupiah paling banyak PPU Mandiri ada Rp22,2 triliun yang masih menunggak dan paling banyak yang tidak bayar kelas-kelas tinggi,” terang Budi.
Ironisnya, justru peserta kelas tinggi yang lebih sering lalai bayar iuran. Mereka yang harusnya punya kemampuan finansial lebih baik, malah berkontribusi besar pada tunggakan.
Budi mengingatkan beban keuangan BPJS Kesehatan akan terus naik seiring waktu. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, bukan cuma urusan Kementerian Kesehatan atau BPJS Kesehatan sendiri.
Soal peserta yang mutasi dari PBI ke non-PBI, ini terjadi karena perubahan status ekonomi seseorang. Mereka yang tadinya dianggap miskin dan disubsidi negara, kemudian dinilai sudah mampu bayar sendiri.
Masalahnya, transisi ini sering tidak berjalan mulus. Banyak yang belum siap atau tidak tahu harus bayar iuran sendiri, akhirnya status kepesertaan mereka jadi nonaktif.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: