TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Update Data BNPB: Korban Tewas Bencana Sumatera Mencapai 776 Orang, 564 Masih Hilang

Poin Penting (3)
  • BNPB mencatat 776 korban meninggal dunia dan 564 orang masih hilang akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, dengan 2.600 orang luka-luka dan 51 kabupaten/kota terdampak.
  • Kerusakan infrastruktur masif dengan 10.400 rumah rusak, 295 jembatan hancur, dan ratusan fasilitas umum terdampak, menghambat akses distribusi bantuan dan proses pemulihan.
  • Pemerintah mengerahkan bantuan melalui jalur udara karena akses darat terputus, dengan total 18 ton bantuan pangan dan nonpangan telah didistribusikan sejak 28 November 2025.

Resolusi.co, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana kembali memperbarui jumlah korban meninggal dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data terbaru per Kamis (4/12/2025) pagi menunjukkan korban meninggal mencapai 776 orang.

Berdasarkan data yang ditampilkan dalam situs resmi BNPB, jumlah korban hilang sebanyak 564 orang di tiga provinsi terdampak dan 2.600 orang mengalami luka-luka. Angka ini terus bertambah seiring berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi di berbagai lokasi bencana.

Dari total korban meninggal, Sumatera Utara mencatat jumlah tertinggi dengan 299 jiwa, diikuti Aceh dengan 277 jiwa, dan Sumatera Barat sebanyak 200 jiwa. Sementara untuk korban hilang, Sumatera Barat mencatat 212 orang, Aceh 193 orang, dan Sumatera Utara 159 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa proses verifikasi dan validasi data korban kini telah diperketat menyusul temuan perbedaan laporan di dashboard daring.

“Untuk akses darat yang masih sulit di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Tapi ini kita bisa jangkau dari udara,” kata Abdul saat konferensi pers, Rabu (3/12/2025).

Ia menambahkan bahwa untuk jalur darat menuju Aceh Tamiang saat ini sudah bisa diakses dari Medan, Sumatera Utara.

“Aceh Tamiang sudah bisa kita akses dari darat, dari Medan, sehingga relatif untuk akses darat yang masih sulit itu tiga daerah,” ujarnya.

Bencana ini telah berdampak pada 51 kabupaten dan kota di Pulau Sumatera dengan kerusakan infrastruktur yang masif. Sebanyak 10.400 rumah dilaporkan rusak, baik rusak berat, sedang, maupun ringan.

Fasilitas umum yang mengalami kerusakan mencakup 354 fasilitas umum, 295 jembatan, 213 fasilitas pendidikan, 132 rumah ibadah, 100 gedung perkantoran, dan 9 fasilitas kesehatan. Kerusakan infrastruktur ini menghambat akses distribusi bantuan dan memperlambat proses pemulihan pascabencana.

BNPB bersama Basarnas dan TNI terus melanjutkan pengiriman bantuan melalui jalur udara. Hingga Rabu (3/12/2025) pukul 18.00 WIB, bantuan pangan dan nonpangan seberat 6,5 ton berhasil didistribusikan ke wilayah Padang Pariaman, Agam, Solok, dan Pesisir Selatan.

“Operasi modifikasi cuaca dilakukan tidak hanya untuk mempercepat pembersihan jalur transportasi dan mendukung pekerjaan tim darat, tetapi juga memastikan distribusi logistik melalui jalur udara berjalan aman,” ujar Abdul Muhari.

Distribusi bantuan udara pada hari tersebut meliputi Kabupaten Agam seberat 4,1 ton, Padang Pariaman 843 kilogram, Solok 808 kilogram, Kota Pariaman 430 kilogram, dan Pesisir Selatan 250 kilogram. Jenis bantuan yang diberikan berupa sembako, biskuit, air mineral, makanan bayi, obat-obatan, pembalut, paket sandang, dan kasur lipat.

Total berat bantuan pangan dan nonpangan yang telah didistribusikan melalui transportasi udara sejak 28 November hingga 3 Desember 2025 mencapai 18 ton. Helikopter BNPB juga menerbangkan bantuan logistik kepada warga terdampak di Desa Kuala II, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, pada Selasa (2/12/2025).

Kondisi jalan menuju desa tersebut masih terkendala akses melalui darat karena tertutup longsoran. Pada tahap awal, sudah terdistribusi beras ukuran 5 kilogram sebanyak 30 karung dan makanan siap saji 30 dus.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara resmi mengajukan surat ke Presiden Prabowo Subianto terkait ketidakmampuan untuk menangani bencana banjir bandang dan longsor di wilayahnya. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, dalam suratnya bernomor 400/1832/2025 menyatakan tingkat kerusakan daerah tersebut melebihi bencana gempa dan tsunami Aceh yang terjadi pada 2004 silam.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengirim tim ke daerah untuk melakukan mitigasi dan evaluasi pada beberapa penyakit penting yang mungkin berdampak pascabencana.

“Ini kan sekarang yang paling penting itu mitigasi dari korban-korban yang mengalami luka yang akut. Itu ada beberapa ya, ada yang patah tulang, kita sudah kirimkan timnya ke sana,” ungkap Dante ketika ditemui awak media di Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).

Ia mengingatkan bahwa pascabencana, beberapa penyakit seperti diare dan leptospirosis dapat meningkat. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan terus melakukan pengawasan dan penyediaan layanan kesehatan di posko-posko pengungsian.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan permintaan maaf jika penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terdapat kekurangan.

“Kami memohon maaf apabila dalam upaya penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini masih terdapat kekurangan,” kata Pratikno saat konferensi pers di Posko Nasional Penanggulangan Bencana di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Di sisi lain, Pratikno menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi yang sangat jelas kepada seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI, Polri, serta BNPB, untuk mengerahkan seluruh sumber daya guna mempercepat penanganan bencana.

“Tapi instruksi dari bapak Presiden sudah sangat jelas, kita harus mengerahkan seluruh sumber daya dari pemerintah pusat, seluruh K/L, TNI, Polri, BNPB agar setiap jam, setiap menit ada perbaikan, percepatan, dan peningkatan respons terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada jajaran menteri dan kepala lembaga untuk menggunakan dana siap pakai dalam penanganan dampak bencana Sumatera. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses distribusi bantuan dan pemulihan di wilayah terdampak.

Pemerintah juga menyatakan bahwa kerusakan lingkungan turut andil memperparah kondisi bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatera. Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengakui penyebab bencana ini bukan hanya karena cuaca yang ekstrem, tetapi juga degradasi hutan dan kerusakan ekosistem di daerah hulu.

Tim SAR gabungan dari berbagai unsur masih bergerak di titik-titik prioritas untuk melakukan pencarian korban hilang dan memastikan jalur bantuan tetap terbuka. Laporan dari posko bencana menunjukkan kebutuhan mendesak mencakup air bersih dan sanitasi, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, serta kebutuhan khusus anak dan lansia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat curah hujan harian melebihi 300 milimeter di beberapa bagian Sumatera Utara saat puncak kejadian. Hujan ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer luar biasa, termasuk Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka pada akhir November 2025.