Usai Tinjau Lokasi Bencana Sumut, Prabowo Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Iklim

- Prabowo minta semua daerah siap hadapi perubahan iklim dan pemerintah harus berfungsi menjaga lingkungan.
- Presiden meminta pendidikan lingkungan masuk silabus nasional untuk menumbuhkan kesadaran menjaga alam sejak dini.
- Korban bencana Sumatera terus bertambah: 217 meninggal di Sumut, 96 di Aceh, dan 129 di Sumbar.
, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang kian nyata. Ia meminta seluruh daerah di Indonesia tidak lengah dan mulai mengantisipasi risiko lingkungan yang bisa mempengaruhi keselamatan serta kehidupan masyarakat di masa depan.
Hal tersebut diungkap Prabowo usai meninjau wilayah terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Senin (1/12/2025). Presiden awalnya bersyukur dengan cuaca di lokasi yang kini membaik sehingga penanganan bisa menjangkau daerah yang terisolasi.
“Kita bersyukur cuaca membaik, ramalannya juga yang terburuk sudah lewat mudah-mudahan, ya ini sekarang kondisi ini perubahan iklim kita hadapi dengan baik,” ujar Prabowo di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara.
Prabowo mengatakan harus ada kesiapsiagaan pemerintah menghadapi perubahan iklim. Ia meminta semua daerah untuk mulai mengantisipasi dampak perubahan iklim yang terus terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
“Pemerintahan harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan, mengantisipasi kondisi di masa depan, mungkin yang di daerah semua harus siap menghadapi kondisi perubahan iklim yang berpengaruh,” ujarnya.
Sebelumnya, saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena Jakarta pada Jumat (28/11), Presiden Prabowo juga meminta para guru di seluruh Indonesia untuk memasukkan mata pelajaran tentang pendidikan lingkungan ke dalam silabus.
Prabowo menyampaikan bahwa perubahan iklim, pemanasan global, dan kerusakan lingkungan menjadi tantangan di dunia yang harus dihadapi bersama-sama.
“Saya kira mungkin para guru-guru di seluruh Indonesia yang sudah bisa mulai, saya yakin sudah mulai tapi mungkin perlu kita tambah dalam silabus dalam mata pelajaran juga kesadaran akan sangat pentingnya kita menjaga lingkungan alam kita, menjaga hutan-hutan kita,” kata Presiden Prabowo.
Presiden menekankan bahwa kesadaran pentingnya menjaga lingkungan harus ditumbuhkan dalam mata pelajaran. Menurutnya, menjaga kelestarian alam bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari unit terkecil masyarakat.
Prabowo juga menyoroti pentingnya semua pihak untuk peduli terhadap masalah lingkungan, terutama di tengah perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini.
“Bahwa masalah lingkungan adalah sangat-sangat penting dalam kondisi perubahan iklim yang kita alami di bumi kita sekarang,” tuturnya saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Di awal pidatonya pada Peringatan Hari Guru Nasional, Prabowo menyampaikan duka cita mendalam atas bencana alam yang melanda tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Pada saat sekarang kita merasakan bahwa ada saudara-saudara kita yang mengalami duka, musibah akibat bencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Nusantara kita ini, yang terakhir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ujar Prabowo.
Ia turut memanjatkan doa bagi para korban agar diberi kekuatan dan perlindungan. Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian dengan mengirimkan bantuan melalui jalur darat maupun udara, meski kondisi di lapangan sangat menantang.
“Banyak yang terputus, cuaca juga masih tidak memungkinkan, kadang-kadang helikopter dan pesawat kita sulit untuk mendarat,” katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Nasional hingga Minggu (30/11) malam, jumlah korban tewas dan hilang bencana di Sumatera terus bertambah. Di Sumatera Utara tercatat 217 orang meninggal dan 209 orang hilang, di Aceh sebanyak 96 orang meninggal dan 75 orang hilang, serta di Sumatera Barat tercatat 129 orang meninggal dan 118 orang hilang.
Pemerintah telah mengirimkan bantuan untuk bencana alam ke tiga provinsi tersebut pada Jumat (28/11/2025). Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan tiga pesawat Hercules dan satu pesawat Air Bus A400 yang berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Barang-barang yang dikirim meliputi 150 tenda, perahu karet untuk evakuasi korban, genset, alat komunikasi, makanan siap saji, serta obat-obatan, termasuk tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: