TODAY'S RECAP
Viral Video Porno Ojol, Ternyata Aktor Pakai Jaket Palsu Beli Rp300 RibuPuncak Mudik Gilimanuk Diperpanjang Gara-gara Nyepi, Ini Jadwal Penutupan PelabuhanH-4 Lebaran, Penyeberangan Bali-Jawa Capai 74.263 Orang, Motor Naik 7,2 PersenBukan Orang Sembarangan: Ini Sosok Joe Kent yang Berani Menentang Trump soal Perang Lawan IranKapan Malam Takbiran 2026? Ada Dua Kemungkinan Tanggal, Ini PenjelasannyaLepas 4.009 Pemudik Gratis, Menko Polkam: Negara Selalu Hadir untuk RakyatViral Video Porno Ojol, Ternyata Aktor Pakai Jaket Palsu Beli Rp300 RibuPuncak Mudik Gilimanuk Diperpanjang Gara-gara Nyepi, Ini Jadwal Penutupan PelabuhanH-4 Lebaran, Penyeberangan Bali-Jawa Capai 74.263 Orang, Motor Naik 7,2 PersenBukan Orang Sembarangan: Ini Sosok Joe Kent yang Berani Menentang Trump soal Perang Lawan IranKapan Malam Takbiran 2026? Ada Dua Kemungkinan Tanggal, Ini PenjelasannyaLepas 4.009 Pemudik Gratis, Menko Polkam: Negara Selalu Hadir untuk RakyatViral Video Porno Ojol, Ternyata Aktor Pakai Jaket Palsu Beli Rp300 RibuPuncak Mudik Gilimanuk Diperpanjang Gara-gara Nyepi, Ini Jadwal Penutupan PelabuhanH-4 Lebaran, Penyeberangan Bali-Jawa Capai 74.263 Orang, Motor Naik 7,2 PersenBukan Orang Sembarangan: Ini Sosok Joe Kent yang Berani Menentang Trump soal Perang Lawan IranKapan Malam Takbiran 2026? Ada Dua Kemungkinan Tanggal, Ini PenjelasannyaLepas 4.009 Pemudik Gratis, Menko Polkam: Negara Selalu Hadir untuk RakyatViral Video Porno Ojol, Ternyata Aktor Pakai Jaket Palsu Beli Rp300 RibuPuncak Mudik Gilimanuk Diperpanjang Gara-gara Nyepi, Ini Jadwal Penutupan PelabuhanH-4 Lebaran, Penyeberangan Bali-Jawa Capai 74.263 Orang, Motor Naik 7,2 PersenBukan Orang Sembarangan: Ini Sosok Joe Kent yang Berani Menentang Trump soal Perang Lawan IranKapan Malam Takbiran 2026? Ada Dua Kemungkinan Tanggal, Ini PenjelasannyaLepas 4.009 Pemudik Gratis, Menko Polkam: Negara Selalu Hadir untuk Rakyat

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

18 Maret 2026

Cari berita

Viral Status WA “Rakyat Jelata Kurang Bersyukur”, Relawan SPPG Kena Pecat

Poin Penting (3)
  • Relawan SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia dipecat usai status WA "Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur" viral di media sosial, status dibuat 15 Maret sekitar pukul 19.30 WIB
  • Relawan yang bersangkutan minta maaf dan akui postingan tidak benar serta penggunaan bahasa tidak pantas, berjanji jadikan pelajaran agar lebih berhati-hati dalam bertindak dan berkomunikasi
  • Koordinator Wilayah SPPI Purbalingga Mei Sandra benarkan kejadian, jatuhkan sanksi pemberhentian dan minta relawan buat video permintaan maaf, nilai peristiwa tidak cerminkan standar pelayanan dan akan jadi evaluasi tingkatkan SOP serta etika pelayanan

Resolusi.co, Purbalingga – Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Purbalingga dipecat usai menyindir rakyat jelata kurang bersyukur dalam status WhatsApp (WA) yang viral di media sosial.

Status tersebut berbunyi, “Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur,” dan kemudian menyebar luas setelah diunggah ulang oleh akun media sosial lokal.

Usai menjadi sorotan publik, pegawai SPPG tersebut pun menyampaikan permohonan maaf melalui unggahan klarifikasi.

“Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya menyadari dan mengakui bahwa apa yang telah saya tulis memanglah tidak benar,” tulisnya, melansir detikjateng.

Ia juga mengakui penggunaan bahasa dalam status tersebut tidak pantas, serta berjanji menjadikannya sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam bertindak dan berkomunikasi.

Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga Mei Sandra membenarkan kejadian tersebut. Status WA itu dibuat oleh relawan di salah satu SPPG di wilayah Purbalingga.

“Betul relawan tersebut dari salah satu SPPG di Kabupaten Purbalingga, yaitu SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia. Dibuat tanggal 15 Maret sekitar pukul 19.30 WIB,” kata Mei.

Ia menjelaskan sebagai tindak lanjut, pegawai tersebut telah dijatuhi sanksi berupa pemberhentian serta diminta membuat video permohonan maaf kepada masyarakat.

“Tindak lanjutnya adalah relawan tersebut diberi sanksi diberhentikan dari SPPG dan membuat video permohonan maaf kepada masyarakat,” ujarnya.

Mei juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menilai peristiwa itu tidak mencerminkan standar pelayanan yang seharusnya.

Menurutnya, kejadian ini akan menjadi evaluasi agar seluruh SPPG di wilayah tersebut dapat meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) serta menjaga etika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.