GMPK DKI Serukan Soliditas TNI–Polri di Tengah Situasi Global yang Memanas

- Soliditas TNI–Polri menentukan kekuatan dan stabilitas Indonesia
- Isu perpecahan berpotensi melemahkan negara
- Persatuan harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat
, Jakarta — Ketua DPD Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Kebangsaan (GMPK) DKI Jakarta, Asip Irama, menyerukan pentingnya menjaga soliditas antara TNI dan Polri di tengah situasi dunia yang kian tidak menentu akibat eskalasi konflik di berbagai kawasan.
Menurut Asip, dinamika global hari ini tidak bisa dipandang sebagai peristiwa jauh yang tidak berdampak pada Indonesia. Ketegangan geopolitik dan perang terbuka di sejumlah wilayah telah menciptakan tekanan baru terhadap stabilitas negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Dalam situasi seperti ini, kekuatan utama kita bukan hanya pada sumber daya, tapi pada persatuan institusi negara, terutama TNI dan Polri. Jika dua pilar ini terganggu, maka yang dipertaruhkan adalah stabilitas nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/1/2026).
Ia menilai, belakangan ini muncul narasi-narasi di ruang publik yang berupaya menggambarkan adanya keretakan hubungan antara TNI dan Polri. Narasi tersebut, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari upaya pihak-pihak tertentu yang ingin melihat Indonesia melemah dari dalam.
“Asumsi-asumsi liar yang seolah-olah memperhadapkan TNI dan Polri harus disikapi dengan bijak. Kita tidak boleh terjebak pada framing yang justru merugikan kepentingan bangsa sendiri,” tegasnya.
Asip menegaskan, dalam konteks pertahanan dan keamanan nasional, TNI dan Polri memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi. Soliditas keduanya menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus menjamin ketertiban di dalam negeri.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa sejarah telah menunjukkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar ketika terjadi disharmoni antar institusi negara. Karena itu, menjaga kepercayaan dan sinergi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Kita tidak boleh memberi ruang bagi pihak mana pun yang ingin memecah belah. Justru di tengah situasi global yang tidak pasti, kita harus memperkuat barisan, mempertegas solidaritas, dan menunjukkan bahwa Indonesia tidak mudah diintervensi,” katanya.
GMPK DKI Jakarta, lanjut Asip, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta turut menjaga narasi persatuan di ruang publik.
“Ini bukan hanya soal TNI dan Polri, tapi soal masa depan bangsa. Ketika dua institusi ini solid, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh di tengah guncangan dunia,” pungkasnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: