17 Jenazah Korban Banjir Bandang Agam Dimakamkan Massal di TPU Bungus Padang

- Sebanyak 17 jenazah korban banjir bandang Agam yang tidak teridentifikasi dimakamkan massal di TPU Bungus Padang bersama tujuh jenazah lainnya setelah disalatkan di Masjid Raya Ahmad Khatib Al Minangkabawi.
- Jenazah dimakamkan karena tidak ada keluarga yang mengklaim dan hasil tes DNA tidak cocok; sebelumnya 10 jenazah juga telah dimakamkan di TPU Sungai Jariang, dua di antaranya tanpa pihak keluarga.
- Total korban bencana di Agam mencapai 188 meninggal, 72 hilang, ribuan mengungsi, serta ratusan rumah, fasilitas umum, jembatan, dan lahan pertanian mengalami kerusakan berat.
, Jakarta–Sebanyak 17 jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan dimakamkan secara massal bersama tujuh jenazah lainnya di TPU Bungus, Kota Padang, Rabu siang. Seluruh jenazah sebelumnya berada di RS Bhayangkara Padang.
Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi mengatakan puluhan jenazah itu dimakamkan secara massal karena tidak ada keluarga yang mengklaim, sementara hasil tes DNA juga tidak sesuai dengan warga yang kehilangan anggota keluarganya.
“Tidak ada yang mengklaim dan DNA tidak cocok, sehingga jenazah dimakamkan. Ke 17 jenazah ini berada di RS Bhayangkara Padang,” ujarnya mengutip Antara.
Sebelum dimakamkan, seluruh jenazah akan disalatkan di Masjid Raya Ahmad Khatib Al Minangkabawi setelah Zuhur. “Usai disalatkan, seluruh jasad korban dengan jumlah 24 orang langsung dibawa ke TPU Bungus,” kata Villa.
Dari 17 jenazah yang tidak teridentifikasi itu, sembilan berjenis kelamin laki-laki, lima perempuan, dan tiga lainnya merupakan bagian tubuh.
Sebelumnya, Dinas Sosial Agam juga telah memakamkan 10 jenazah korban banjir bandang di TPU Sungai Jariang, Lubuk Basung. Dari jumlah itu, dua jenazah tidak memiliki keluarga yang mengklaim, sementara delapan lainnya dimakamkan atas permintaan keluarga.
Bencana banjir bandang, longsor, dan banjir yang melanda Agam telah menimbulkan dampak besar. Sebanyak 188 orang meninggal dunia, 72 lainnya masih dinyatakan hilang, dan 13 orang masih menjalani perawatan. Sementara itu, warga yang mengungsi mencapai 4.117 orang dan 988 warga masih terisolasi.
Kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum juga cukup parah: 493 rumah rusak ringan, 359 rusak sedang, dan 600 rusak berat. Selain itu, 11 tempat ibadah rusak, 67 titik jembatan putus, dan 49 ruas jalan terdampak. Fasilitas pendidikan rusak sebanyak 99 unit, irigasi 125 unit, bendungan 18 unit, ternak mati 6.025 ekor, serta lahan pertanian rusak mencapai 1.813 hektare.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: